Arema Kodew Melenggang ke Semifinal

KABUPATEN – Tiket semifinal Liga 1 Putri 2019 sudah digenggam Arema FC Putri. Kepastian lolos itu didapatkan setelah membungkam Persebaya Surabaya Putri dengan skor 0-3 pada pertandingan kedua seri empat grup B di Stadion Kanjuruhan kemarin pagi (17/11).

Selain lolos semifinal, hasil tersebut juga seperti obat penawar luka bagi Ongis Kodew–julukan Arema FC Putri. Sebab, di laga sebelumnya (17/11), Sheva Imut Furyzcha dan kawan-kawan (dkk) dikalahkan 0-3 dari Persipura Jayapura Putri.

Arema Putri sepertinya banyak belajar dari kekalahan itu. Karena itu, saat menghadapi Persebaya Putri kemarin, para penggawa Ongis Kodew tampil habis-habisan. Sejak babak pertama, Ariska Kusumaningtyas (kapten Arema FC Putri) cs, langsung menyerang.

Pada menit 16, Arema Putri nyaris menyarangkan gol ke gawang Persebaya Putri. Namun, tendangan Anisya Widyawati masih bisa diantisipasi kiper Persebaya Putri Dayinta Tiara. Gol yang dinanti Arema Putri baru terjadi pada menit 24.

Saat Sheva Imut Furyzcha berhasil lolos dari kawalan pemain Persebaya Putri, dia leluasa melesatkan tendangan jarak jauh. Arema Putri pun memimpin 1-0 sampai pertandingam babak pertama usai.

Pada babak kedua, Ongis Kodew makin menggila. Meskipun dilanda kelelahan, semangat juang kaum hawa Kera Ngalam begitu besar. Mereka seolah seperti ingin segera mengamankan tiket semifinal.

Terbukti dengan tambahan gol yang terjadi pada menit 60 melalui aksi Jasmine Sefia. Sepakan terarahnya mampu mengelabui pemain belakang Women In Green, julukan Persebaya Putri. Hasil 2-0 belum membuat para penggawa Arema Putri itu puas.

Anak asuh Alief Syafrizal Muhammadin itu terus menggempur pertahanan Persebaya Putri. Hasilnya, Arema Putri menambah keunggulan lewat gol Anisya Widyawati pada menit 67. Kemenangan 3-0 atas Persebaya Putri itu tidak berubah sampai pertandingan usai.

”Kami bersyukur bisa mendapat poin penuh dan pastikan satu tempat di semifinal. Tapi tetap ada evaluasi terhadap tim ini karena dilihat dari hasil sebelumnya juga organisasi masih kacau, oleh karenanya pasti ada evaluasi di situ,” kata Alief usai pertandingan.

Dari hasil ini, salah satu dari dua tim di grup A, yakni Persib Bandung Putri atau PS TIRA-Persikabo Putri bakal menjadi lawan Arema Putri di semifinal. Disinggung terkait hal itu, Alief tetap berusaha memaksimalkan potensi terbaik yang ada di timnya.

Menurut dia, materi tim dari Persib Putri dan PS TIRA-Persikabo Putri tak jauh beda dengan yang dimiliki Arema Putri. ”Pemain-pemainnya juga banyak dihuni oleh pemain-pemain tim nasional, sama seperti yang kita miliki,” kata pelatih dengan lisensi C AFC itu.

”Kami juga antisipasi hal itu karena di semifinal juga sistemnya home-away, jadi bagaimana pun caranya kami harus bisa curi poin di laga home ataupun away,” imbuh Alief.

Meskipun begitu, Alief mengaku tak bakal menyia-nyiakan dua laga tersisa di seri empat, lawan Bali United Putri ataupun PSM Makassar Putri. Meskipun dia bakal melakukan rotasi pemain untuk memberikan jam terbang pada pemain yang jarang diturunkan.

”Untuk dua laga sisa ini, kami akan berikan pada pemain yang jam terbangnya sedikit. Tapi tetap kami hadapi pertandingan dengan serius,” kata alumnus Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) UM itu.

Pelatih Persebaya Putri Ridwan Anwar mengakui, penampilan tim asuhannya saat berhadapan dengan Arema FC Putri tidaklah optimal. Ridwan mengaku adanya dua faktor yang mengkibatkan buruknya penampilan anak-anak asuhnya itu.

Yakni faktor stamina dan komposisi pemain yang tidak komplet. ”Karena ada dua pemain yang telah dipersiapkan untuk bermain di pertandingan ini, dikabarkan tidak bisa ikut bermain.

Yang kedua, kami sedikit kedodoran pada stamina. Keberangkatan kami terlalu mepet, berangkat dari Surabaya pukul 3. Jadi ndak ada waktu istirahat bagi mereka (pemainnya),” beber Ridwan.

Pewarta : Mva
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro