Arema Kembali Gagal Melawan Kutukan Surajaya

LAMONGAN – Ambisi tim Arema FC memutus kutukan tidak pernah menang di Stadion Surajaya Lamongan berakhir dengan kegagalan. Di laga pekan ke-19 Shopee Liga 1 2019 Jumat mala (20/9), tim Singo Edan itu kembali menelan kekalahan 0-2 dari Persela Lamongan.

Pada dua edisi Liga 1 sebelumnya, tepatnya 2017 dan 2018, Arema FC juga gagal memetik poin di Lamongan.

Kekalahan itu pun menambah buruk catatan dari empat pertandingan sebelumnya. Mulai kalah 1-2 dari Bali United, hasil seri 1-1 dengan PSIS Semarang dan hasil seri 2-2 dengan Borneo FC.

Posisi Arema FC di klasemen sementara pun melorot, dari posisi 6 ke 8. Dari segi permainan, tim Arema, sebenarnya sudah bermain cukup bagus.

Cukup banyak peluang yang mampu diciptakan. Sayangnya tidak ada yang berbuah menjadi gol. Berbeda dengan Persela yang bermain lebih efektif. Kemenangan tim Laskar Joko Tingkir ditandai dengan gol yang dicetak Sugeng Efendi pada menit 19 dan Rafael Oliveira pada menit 48.



Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengatakan bila pertandingan tersebut sudah cukup baik. “Persela main sangat keras mereka merebut bola dimana saja,” kata pelatih yang akrab disapa Milo itu.

Menurutnya, gol pertama terjadi lantaran pemain Arema melakukan kesalahan di waktu yang krusial. Sementara gol kedua, terjadi karena serangan balik Persela yang gagal diantisipasi.

“Pada babak kedua kami coba membuat peluang, namun counter attack mereka (Persela) bagus sekali,” sambung pelatih 55 tahun itu.

Harapan mencetak gol sebenarnya sempat ada pada tim Arema. Tepatnya saat tendangan Ricky Kayame tidak bisa dihadang kiper Persela, Dwi Kuswanto.

Namun, gol tersebut dianulir wasit Musthofa Umarella, karena dianggap handball. “Seharusnya gol Kayame itu tidak handball,” kata pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu. Milo menyebut, para pemain sudah melakukan yang terbaik. Namun hasil belum berpihak pada Arema.

Striker Arema FC M Rafli menambahkan, kedua tim sama-sama bermain bagus di laga tersebut. “Kedua tim saling serang dan kedua tim ingin menang,” kata pemain jebolan Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) Malang itu.

Menurutnya, semua pemain sudah mengeluarkan semua kemampuan. “Namun (kami) masih kurang beruntung, kami banyak peluang namun tidak gol. Beda dengan Persela sedikit peluang, sekali buat peluang langsung masuk,” sambung Rafli.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Foto : Aris Dwi Kuncoro
Editor : Bayu Mulya Putra – Indra M