Arema Jamu Persela di Gajayana?

MALANG KOTA – Laga lawan Persela Lamongan pada 27 Mei mendatang bakal menjadi satu-satunya laga home Arema FC di bulan puasa. Ada kemungkinan laga ini bakal digelar di Stadion Gajayana.

Bagi Arema FC, bermain di Gajayana selama bulan puasa bukanlah hal baru. Meski tidak ada kendala apa pun yang membuat Stadion Kanjuruhan–sebagai homebase utama–  tidak bisa digunakan untuk menggelar pertandingan.

Pada Liga 1 2017, Arema FC memainkan tiga laga home selama bulan puasa di Stadion Gajayana. Yakni, laga lawan Mitra Kukar (28 Mei 2017), Perseru Serui (10 Juni 2017), dan Bali United (17 Juni 2017).

Stadion Gajayana dipilih karena lokasinya di Kota Malang. Dekat dengan mes pemain Arema FC. Dengan waktu kickoff pukul 20.30 WIB, pemain masih bisa berbuka bersama di mes, bahkan salat Tarawih lebih dulu, sebelum berangkat ke stadion.

Selain itu, bagi suporter yang berdomisili di Kota Malang, atau wilayah utara Kabupaten Malang, Stadion Gajayana jelas lebih mudah diakses. Ketimbang di Stadion Kanjuruhan.



Di sisi lain, laga lawan Persela itu berada di hari yang cenderung tidak disukai suporter. Terutama mereka yang dari kalangan pekerja.

Laga lawan Persela, seperti diketahui dihelat di hari Senin. Karena itu, meski ini merupakan laga kandang perdana Arema FC di Liga 1, ada kemungkinan akan sepi penonton.

Media Officer Arema FC Sudarmaji menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih terbuka terhadap segala kemungkinan.  ”Apakah akan bermain di Stadion Kanjuruhan atau Gajayana,” kata dia.

Hingga saat ini, manajemen masih fokus di dua laga awal. Keduanya sama-sama digelar di luar kandang. Yakni, menghadapi PSS Sleman (15/5) dan Borneo FC (22/5).  ”Namun, usulan itu, saya pikir menarik. Minggu ini akan kami putuskan. Prinsipnya, panitia pelaksana (panpel) siap,” kata dia.

Apalagi, Sudarmaji melanjutkan, saat laga home nanti sudah tidak ada kekhawatiran untuk pengajuan izin keamanan pertandingan. ”Karena sudah selesai momentum pemilu,” kata dia.

Pewarta               : Aris Dwi kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Darmono