Arema Indonesia Kembali Gugat PSSI

KOTA MALANG – Arema Indonesia kembali “memberontak” pada pihak PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia. Klub yang musim ini berkiprah di Liga 3 itu bakal kembali menuntut hak saham mereka di PT Liga Indonesia, operator Indonesia Suoer League (ISL).

Informasi terkait tim Singo Edan tersebut bakal melakukan somasi ke pihak PSSI tersebut diungkapkan oleh Manajer Tim Arema Indonesia, Haris Fambudy.

“Kami besok (26/11/2018) akan ajukan somasi ke PSSI,” ujar Haris usai laga uji coba antara Arema Indonesia melawan Persida Sidoarjo di Stadion Gajayana Minggu (25/11/2018) sore.

“Kami tanggal 25 ini sudah siap, dan besok kami akan pergi ke Jakarta,” imbuhnya.

Lalu, apa isi somasi tersebut? Dirinya mengungkapkan akan mempertanyakan hak kepemilikan mereka di PT Liga Indonesia yang semestinya berhak untuk ikut andil dan bertanding di kompetisi profesional Liga 1 ataupun Liga 2.

“Ya intinya kita memperjuangkan hak kami untuk bermian di liga profesional,” ujarnya.

Untuk diketahui, nama PT Arema Indonesia masih memiliki nilai saham sebanyak 7 persen di PT Liga Indonesia selaku operator liga ISL, sebelum akhirnya berubah menjadi Liga 1.

Kisruhnya hal itu bermula dari buntut kisruhnya persepakbolaan nasional pada 2011. Dimulai dari dualisme kompetisi, Indonesia Super League (ISL)-Indonesian Premier League (IPL), hingga turunnya sanksi dari FIFA (federasi sepak bola sedunia) pada 2015. Pada 2017, PT Liga Indonesia bubar tanpa ada proses rapat umum pemegang saham (RUPS) lebih dulu.

Sebagai gantinya, PSSI menunjuk PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengoperatori kompetisi. Yakni, Liga 1 yang notabene merupakan hasil unifikasi dari ISL-IPL. Termasuk kasta yang ada di bawahnya, Liga 2 dan Liga 3. 

“Intinya kami sudah melakukan 1, 2, 3 kali somasi. Dan kami sudah melakukan langkah ke depan terkait hal itu,” tegasnya.

Lalu bagaimana nasib Arema Indonesia ini ke depan? Apakah masih terhadang tembok besar para petinggi PSSI? Kita tunggu saja.

Pewarta: Gigih Mazda
Foto: Gigih Mazda
Penyunting : Fia