Arema Indonesia Ingin Kejelasan Status

Jelang Kongres PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang dijadwalkan digelar 13 Januari 2018, PT Arema Indonesia bersemangat memperjuangkan hak dan eksistensinya. Klub tersebut menginginkan adanya kejelasan status mereka sebagai pemegang saham operator liga, PT Liga Indonesia. Mereka juga menegaskan keinginannya untuk kembali merumput di liga profesional.

MALANG – Jelang Kongres PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang dijadwalkan digelar 13 Januari 2018, PT Arema Indonesia bersemangat memperjuangkan hak dan eksistensinya. Klub tersebut menginginkan adanya kejelasan status mereka sebagai pemegang saham operator liga, PT Liga Indonesia. Mereka juga menegaskan keinginannya untuk kembali merumput di liga profesional.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Arema Indonesia Priarno SH dan Erpin Yuliono SH. Menurut mereka, Arema Indonesia memiliki hak yang sama dengan 17 klub profesional lain yang saat itu berlaga di kompetisi tertinggi Indonesia.

Berdasarkan lampiran Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Arema Indonesia merupakan salah satu pemilik saham pada PT Liga Indonesia. Di antara 18 klub profesional pada lampiran Keputusan Menkum HAM Nomor AHU-0001893.AH.01.02.Tahun 2015 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Liga Indonesia pada nomor urut keenam, Arema Indonesia sebagai badan hukum memiliki saham 110.000 lembar atau sebesar 7 persen dengan total nilai Rp 55 juta.

”Sudah jelas Arema Indonesia memiliki saham bersama 17 klub profesional yang lain pada 2015. Pertanyaan kami adalah bagaimana nasib dan ke manakah saham milik Arema Indonesia saat ini?” tanya Erpin Yuliono.

Dia menyatakan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam rapat pemegang saham. ”Bahkan, kami tidak pernah dilibatkan dalam RUPS (rapat umum pemegang saham) perihal pertanggungjawaban direksi dan komisi perseroan,” ungkapnya.

Dia membeberkan bahwa RUPS baru dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat secara hukum apabila dihadiri seluruh pemegang saham atau yang mewakili. ”Kan kami tidak pernah dilibatkan sama sekali dan tidak pernah memberikan kuasa kepada siapa pun,” imbuh Erpin.

Sementara itu, kuasa hukum yang lain, Priarno menjelaskan, Arema Indonesia sudah meminta izin ke Asprov PSSI Jawa Timur dan sudah diizinkan untuk mempertanyakan nasib saham Arema pada 2015 itu kepada PSSI maupun yang terkait. ”Kalau tidak ada respons, tentu kami akan mengambil langkah derivative action atau gugatan hukum terhadap PT LI dan PSSI atas hilangnya atau tidak adanya kejelasan hak-hak kami,” timpal Priarno.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Team Manager Arema Indonesia Haris Fambudy mengungkapkan, keinginan timnya sebenarnya adalah agar bisa berkompetisi lagi di kasta tertinggi sepak bola nasional. ”Jadi, Arema Indonesia minta hanya dikembalikan ke kompetisi profesional, bukan di Liga 3 amatir,” ungkap Haris.

Karena itu, mereka meminta Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi mengambil sikap bijak dan patut untuk menelusuri hal ihwal kepemilikan saham atas nama PT Arema Indonesia. Mereka masih berkeyakinan bahwa PSSI di bawah kepempimpian Edy Rahmayadi akan merespons dengan profesional, baik, bersih, dan mulia. ”Semoga Ketum PSSI mau mengembalikan Arema Indonesia di kompetisi tahun depan. Apalagi ini mau kongres PSSI tahun 2018,” tandasnya.

Pewarta : Gigih Mazda
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Darmono