Arema FC Sudah Lupa Cara Menang

KABUPATEN – Pintu juara bagi Arema FC pada Liga 1 2019 ini memang sudah tertutup sejak pertengahan musim. Alih-alih juara, masuk tiga besar saja, rasanya harus ngos-ngosan. Ini mengacu pada empat laga terakhir, tim berjuluk Singo Edan ini belum sekalipun menang. Terbaru, Arema FC justru ditahan imbang 1-1 oleh tamunya, Kalteng Putra, di Stadion Kanjuruhan kemarin sore.

Hasil minor ini dialami beruntun. Sebelumnya, anak asuh Milomir Seslija juga kalah dari tuan rumah Bhayangkara FC 0-1 (27/11). Pada laga sebelumnya juga imbang 1-1 lawan Persija (23/11) dan kalah telak 0-3 dari Persib Bandung (12/11). Praktis, empat laga beruntun tanpa menang. Ini seolah menjadi sinyal jika Makan Konate dan kawan-kawan sudah mulai lupa cara meraih kemenangan.

Gagal menang di kandang sendiri kemarin, membuat posisi Arema FC tercecer di peringkat lima klasemen Liga 1 2019 dengan 43 poin. Ini hasil 12 kali menang, 7 kali seri, dan 11 kali kalah. Perolehan angka itu, membuat posisi Arema sangat berpotensi tergusur. Sebab, tim di bawah mereka seperti PSM Makassar, Bhayangkara FC, dan Persib Bandung, hanya berjarak kurang dari tiga poin dari Singo Edan.

Dalam pertandingan melawan Kalteng Putra kemarin sore, para pemain Arema FC sebetulnya tampil dengan penuh percaya diri (pede). Pada menit awal, Hamka Hamzah dan kawan-kawan langsung tampil ngegas.

Sejumlah peluang emas mampu dicatat. Namun, lantaran penyelesaian akhir buruk Dendi Santoso acap kali gagal mengonversi peluang tersebut menjadi gol di babak pertama. Akibatnya, saat turun minum pertandingan tidak ada satu pun pemain Singo Edan bisa menggetarkan gawang Reky Rahayu (kiper Kalteng Putra).

Sebaliknya, para pemain Laskar Isen Mulang (julukan Kalteng Putra) yang lebih banyak bermain menunggu dan disiplin di areanya, mampu menciptakan gol terlebih dahulu. Lewat tendangan bebas indah Eydison Teofilo Soares pada menit ke-9.

Sepakannya yang dilakukan di sekitar 5 meter kotak penalti Arema FC, sukses menembus pagar betis yang dibuat Artur Cunha dan kawan-kawan. Bola kirimannya melengkung dan langsung merobek sisi kanan gawang Kurniawan Kartika Aji.

Memulai babak kedua dengan misi mengejar ketertinggalan, para pemain Arema FC bermain agresif di interval kedua. Sama dengan babak pertama, sejumlah peluang juga gagal dikonversi secara sempurna oleh Dendi Santoso dan kawan-kawan. Walhasil, Arema FC hanya mampu menciptakan sebiji gol sepanjang 45 menit kedua.

Aksi Dendi Santoso yang membuat Arema FC mampu mengejar ketertinggalan atas tamunya Kalteng Putra. Pemain asli Malang itu sukses menjebol gawang Laskar Isen Mulang lewat tandukan pada menit 54.

Gol ini memanfaatkan umpan terukur Makan Konate dari dalam kotak penalti. Bola kiriman jebolan akademi Arema FC memang tidak keras, namun sukses membuat Reky Rahayu mati langkah mengantisipasinya.

Menanggapi hasil tersebut, pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku kalau gol pertama Kalteng Putra sangat mempengaruhi rencana timnya di pertandingan pekan ke-30 Liga 1 2019 itu.

Baginya apa yang telah disusun buyar pasca gol cantik dari Eydison Teofilo Soares. ”Gol lewat sepakan bebas pemain Kalteng Putra membunuh kita secara strategi,” terang pria berusia 55 tahun itu.Sebab, pasca hal tesebut, Dendi Santoso dan kawan-kawan kesulitan dalam mengembangkan serangan.

”Setelah gol lawan, tidak banyak yang bisa kita lakukan, apalagi mereka bermain bertahan sangat bagus. Kami juga tidak ada kreativitas dan mengalami kendala terkait penyelesaian akhir,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Milo, dalam pertandingan kemarin timnya sudah mencoba berbagai ospsi untuk meraih tiga poin. Namun, lantaran lawan-lawan terus memainkan ritme yang lambat tim harus rela gagal menang lagi.

Sementara itu, pelatih Kalteng Putra Gomes de Olivera menyatakan, kunci keberhasilan timnya menahan imbang Arema FC di Stadion Kanjuruhan karena anak asuhnya bermain sangat disiplin dari awal hingga akhir laga.

”Pemain Kalteng Putra ditekan terus oleh Arema. Namun mereka tidak menyerah, mereka rajin menjaga lawan dan melawan segala kesulitan,” ungkapnya.  Seperti diketahui, sejak menit 64, Kalteng Putra bermain dengan 10 orang, menyusul di kartu merahnya Pandi Ahmad Lestaluhu.

Selain hal tersebut, motivasi keluar dari zona merah (degradasi) juga menjadi resep lain timnya mampu menahan imbang Arema FC di kandang sendiri. ”Meski banyak kesulitan di klub kita, namun mereka tidak putus asa,” ujarnya. Itu yang menjadi harapan, kalau Kalteng Putra masih bisa lolos dari ancaman turun kasta.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib