Arema FC Dominan, Persebaya Salahkan Wasit

KEPANJEN – Kemenangan Arema FC atas Persebaya Surabaya, kemarin (6/10) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, benar-benar membuat bangga. Selain Arema FC sukses balas dendam atas kekalahan pada putaran pertama lalu, tim berjuluk Singo Edan ini secara statistik lebih unggul.

Berdasarkan statistik Jawa Pos Statoskop, Arema FC unggul dalam penguasaan bola dengan 59 persen. Sedangkan Persebaya hanya 41 persen. Sedangkan untuk urusan shooting, Arema FC total melakukan shooting 17 dan Persebaya sebanyak 2 kali. Sedangkan shooting yang mengarah ke gawang Arema FC ada lima kali, sedangkan Persebaya tidak pernah melakukan shooting. Dengan demikian, penjaga gawang Arema FC Utam Rusdiana kemarin tidak pernah melakukan penyelamatan.

Meski secara permainan kalah, tapi pelatih Persebaya Djajang Nurjaman kecewa atas hasil yang diraih timnya. Dia menyalahkan keputusan wasit Dodi Setia Purnama. ”Seharusnya tadi tidak tendangan bebas. Karena sebenarnya tidak terjadi pelanggaran,” ucap mantan pelatih Persib Bandung ini.

Untuk diketahui, gol Arema FC bermula dari sebuah tendangan yang dieksekusi oleh Makan Konate pada menit 70. Tendangan bebas itu memantul, kemudian diselesaikan dengan baik oleh Ahmad Nur Hardianto. Gol ini merupakan satu-satunya gol yang terjadi dalam laga super big match tersebut.

Dia menjelaskan bahwa Ahmad Nur Hardianto sebenarnya tidak dijatuhkan Abu Rizal Maulana. ”Kalau dilihat, sebenarnya tidak melakukan sentuhan sama sekali,” imbuh mantan pelatih Persib Bandung tersebut. Dia menyayangkan keputusan wasit asal Jawa Barat yang memberikan tendangan bebas dan membuat proses terjadinya gol.

Meski begitu, dia tetap legawa. Bahkan dia memberikan selamat kepada Arema FC yang bisa meraih kemenangan pada laga itu. Menurut dia, timnya sebenarnya telah bermain cukup baik dan bisa mengimbangi permainan Arema FC.

”Pemain sudah bekerja keras. Kami bisa mengimbangi permainan dan terbukti dengan skor 0-0 di babak pertama,” ujar pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Sementara itu, pelatih Arema FC Milan Petrovic meminta maaf jika hal itu yang terjadi atau dirasakan tim lawan. ”Sebelumnya saya minta maaf. Tapi saya rasa kami telah bermain dengan normal,” terangnya.

Pelatih berlisensi kepelatihan Pro dari UEFA tersebut menjelaskan bahwa dia gembira terhadap kemenangan dan hasil tiga poin itu. Dia merasa bahwa timnya juga beruntung pada laga itu. ”Kami masih di zona berbahaya, saya rasa kami belum aman dan membutuhkan banyak poin,” tutupnya.

Meski Arema FC berhasil menang atas Persebaya, saat ini Arema FC berada di posisi 11 dengan 31 poin dari 24 laga. Sedangkan Persebaya satu strip di bawahnya dengan 29 poin dari 24 laga. (gg/c1/riq)