Aquaponik dan Penyedot Air tenaga Surya Jadi Andalan SMPN 18 Malang di GSF 2019

KOTA MALANG – Siang tadi (22/10) juri Green School Festival (GSF) 2019 takjub dengan karya penghijauan siswa dan wali murid di SMPN 18 Malang. Dari segi inovasi misalnya, sekolah ini punya andalan aquaponik dan penyedot air tenaga surya.

Aquaponik atau budidaya perpaduan ikan dan tanaman di sekolah ini berada di halaman bagian depan. Diantara pohon yang asri, kolam ikan nila itu yang dikelilingi beragam tanaman.

“Ada selada, ada kangkung. Tumbuhan itu sebagai pembelajaran bagi anak-anak. Kalau panen biasanya dibeli guru, lalu uangnya dimasukkan kotak amal,” kata Ketua Pelaksana GSF SMPN 18 Malang, Imam Tantowi, S.Pd.

Bergeser sedikit dari kolam, ada 3 tong besi yang dikaitkan satu sama lain dengan pipa. Rupanya, itu adalah alat penjernih air dari saluran pembuangan. Saluran itu menyambungkan bagian kamar mandi dengan penyedot air dan tong penampungan.

Untuk menyedot air, alat pompa di dasar tanah digerakkan tenaga listrik. Eits, tenaga listrik yang digunakan ramah lingkungan loh! Karena menggunalan energi surya atau sinar matahari. Ada 1 panel surya yang kini dimiliki SMPN 18 Malang dan mampu mengaliri listrik hingga 19 watt.

“Nanti air bersih yang dipompa dijernihkan lalu keluar dari keran itu kami gunakan untuk menyiram tumbuhan. Untuk pengoperasian alat ini kami dibantu Polinema (Politeknik Negeri Malang),” jelasnya.

Di tempat yang sama, juri GSF 2019, M Sholikin mengutarakan kekagumannya pada inovasi tersebut. Menurutnya penyedot air tenaga surya sangat hemat energi dan ramah lingkungan. Pun juga manfaatnya sangat banyak karena menghasilkan air bersih.

“Ini patut diapresiasi. Untuk keseluruhan saya rasa bagus. Hanya untuk 9 isu itu ada sedikit yang kurang pas. Tapi banyak bagusnya,” paparnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia