Aqua Dwipayana, Motivator Nasional yang Merintis Karir dari Malang

Berhasil Umrahkan 35 Orang dari Hasil Nulis Buku

Aqua Dwipayana (tengah).

Sosok Aqua Dwipayana mampu menginspirasi banyak orang. Melalui konsepnya, silaturahmi tiada henti, dia menjelma jadi motivator nasional. Kini, hidup mantan wartawan Jawa Pos Biro Malang itu ingin lebih banyak didedikasikan untuk aktivitas sosial.

Jari tangan Aqua Dwipayana tampak sibuk memainkan ponsel (telepon seluler) saat berbincang dengan koran ini di Rumah Kopi Amstirdam di Jalan KH Agus Salim, Kota Malang, kemarin (11/1). Doktor ilmu komunikasi ini tidak sedang membalas chat dari koleganya, tapi sedang melakukan ”ritual”. Ya, setiap hari dia memang rutin membagikan aktivitasnya melalui WhatsApp ke nomor telepon yang ada di ponselnya.

Kemarin siang dia membagikan tulisan plus foto kala dia bertemu dengan Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi dan Kepala Staf Divisi 2 Kostrad Brigjen TNI Syahrial.

Aqua membagikan tulisannya kepada sekitar lima ribu nomor kontak di ponselnya. ”Kalau orang yang tidak tahu, mungkin saya dibilang pamer. Tapi, saya ingin berbagi inspirasi,” kata pria dengan dua orang anak ini.

Inspirasi yang dia maksud adalah, setiap hari dia tidak pernah lepas dari silaturahmi. Sehari sebelum ke Kostrad, Aqua mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Malang. Kepada awak redaksi, dia banyak memberi motivasi dan wejangan-wejangan tentang cara menjaga hubungan dengan banyak orang.

Berada di Malang, Aqua memang seolah sedang bernostalgia. Lantaran, kota inilah tempat dia merintis karir. Sejak kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Aqua merintis karirnya sebagai wartawan. Kurang lebih enam tahun dia menekuni profesi pemburu berita. Dia berpindah-pindah media, seperti Suara Indonesia, Jawa Pos Biro Malang, Surabaya Minggu, dan Bisnis Indonesia.

”Dulu sulit-sulitnya di sini. Sekarang saya memetik buah dari silaturahmi. Jadi, saya sekarang di Malang ini sedang bernostalgia,” ucap pria 47 tahun ini.

Sebagai seorang motivator, Aqua bisa dibilang sukses. Saat ini, tarifnya tiap jam Rp 30 juta. Bagi yang ingin mengundangnya, minimal harus dua jam.

”Jadi, saya hidup sekarang tidak ngoyo-ngoyo. Lima kali saja dalam sebulan pemasukan saya sudah tiga ratus juta,” kata pria yang sepuluh tahun berkarir di PT Semen Cibinong ini.

Melihat nomor-nomor yang tersimpan di ponsel Aqua, tidak sulit mendeteksi siapa saja yang pernah mengundangnya untuk memberi motivasi. Sebagian besar adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perbankan, dan perusahaan-perusahaan multinasional.

”Semua ini ya karena silaturahmi,” ujar suami Retno Setiasih ini.

*Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Malang edisi Jumat 12 Januari 2018.

Pewarta: Irham Thoriq
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Dokumentasi Aqua Dwipayana