Apresiasi Pelaku Wisata, Pemkab Malang Gelar Tourism Award

KEPANJEN – Sebagai daerah dengan sejuta potensi wisata, apresiasi tinggi diberikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang kepada para pelaku wisata. Lewat event akbar Malang Tourism Award 2019, sebanyak 45 nominator yang terdiri dari 4 kategori saling berkompetisi menunjukan dukungan terbaik mereka dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedanthara menyampaikan, empat kategori penilaian yang dilombakan dalam Malang Tourism Award 2019 adalah bidang budaya, bidang pemasaran, bidang pengembangan industri, dan bidang destinasi. “Kegiatan ini kami gelar dengan tujuan memberikan motivasi agar para pelaku wisata senantiasa meningkatkan kualitas pariwisata yang ada dimiliki Kabupaten Malang,” kata Made.

Adapun kategori di bidang industri terdiri dari kategori hotel bintang, hotel non bintang, kuliner, homestay, dan travel. Selanjutnya bidang destinasi terdiri dari kategori pokdarwis, daya tarik wisata, dan desa wisata. Sedangkan dari bidang kebudayaan, terdiri dari kategori pelaku seni, pelestarian sejarah cagar budaya, dan upacara adat tradisi. Dan yang terakhir dari bidang pemasaran, terdiri dari kategori best event tourism, best supporting community, dan best media tourism.

Pria yang belum lama ini meraih gelar doktor dari Unmer (Universitas Merdeka) itu menyadari bahwa pengembangan pariwisata bukanlah perkara mudah yang bisa dituntaskan oleh satu atau dua belah pihak saja. Dukungan penuh dari stakeholder terkait, baik jajaran OPD maupun pelaku wisata menjadi tolak ukur utama dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Malang.

“Kami berharap, penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi para pelaku pariwisata untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas untuk menunjang potensi wisata yang mereka miliki,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Malang H M Sanusi menambahkan bahwa Malang Tourism Award 2019 merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang untuk memunculkan iklim yang kondusif di antara para pelaku wisata. “Kabupaten Malang tidak hanya kaya dengan destinasi wisata alam, bahari, serta warisan sejarah dan budayanya saja. Kami juga punya banyak sekali event-event wisata, hotel, serta fasilitas pendukung lainnya seperti kuliner, perhotelan, dan homestay,” terang Sanusi.

Bicara soal pariwisata, Sanusi pun optimistis bahwa semua sektor yang dikelola oleh pemerintah memiliki peluang untuk menjadi destinasi wisata. Terbukti, hingga kemarin (15/11) tercatat sebanyak 169 destinasi wisata yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang. “Jangankan gunung, air terjun, dan pantainya, sampah pun sekarang sudah menjadi destinasi wisata seperti yang sudah berjalan yaitu di TPA (tempat pembuangan akhir) Talangagung,” kata Sanusi.

Ke depan, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menekankan agar para pelaku wisata bersiap dengan kedatangan investor domestik maupun mancanegara. “Beberapa investor yang bergerak dibidang industri sudah banyak yang masuk, ada yang dari Perancis, Denmark, dan Taiwan. Saya berharap para pelaku industri wisata bisa menangkap potensi ini,” tukasnya.

Pewarta:Farik Fajarwati
Editor:Indra M