Apple Cari 'Rumah' Baru untuk Produksi Perangkatnya, Indonesia Diincar

JawaPos.com – Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memindahkan kapasitas produksinya ke Asia Tenggara. Perakitan produk Apple sendiri selama ini dilakukan di Tiongkok. Namun baru-baru ini perusahaan Amerika Serikat itu dikatakan bakal keluar dari Tiongkok dan mencari ‘rumah’ baru untuk memproduksi perangkat-perangkat besutannya.

Seperti JawaPos.com kutip dari Nikkei Asian Review via GSMArena, Jumat (21/6), pihak Apple sedang berdiskusi dengan para pemasok berapa banyak kapasitas yang dapat dipindahkan keluar Tiongkok. Hal ini sebagai imbas ketidakpastian yang disebabkan ketegangan antara Washington dan Beijing atau perang dagang Amerika Serikat (AS) vs Tiongkok.

Raksasa Cupertino itu berencana untuk memindahkan antara 15 hingga 30 persen dari semua produksinya di Tiongkok. Mereka disebut sedang mempertimbangkan aspek bisnisnya lebih jauh dengan mitra perakitannya apakah bersedia jika memindahkan produksinya keluar Tiongkok.

Diketahui, Tiongkok telah menjadi pangkalan utama bagi kesuksesan global Apple. Namun, seorang eksekutif mengatakan bahwa tingkat kelahiran yang lebih rendah, biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, dan risiko terlalu memusatkan produksinya di satu negara membuat Apple mesti mempertimbangkan diversifikasi perakitannya.

Perakit seperti Foxconn, Pegatron, Wistron yang merakit MacBook, iPad, AirPods, serta penyedia papan sirkuit cetak telah berkonsultasi tentang kemungkinan relokasi produksi. Negara-negara yang dipertimbangkan adalah Meksiko, Indonesia, Malaysia, India, dan Vietnam. Dua yang terakhir menjadi favorit. Wistron sudah memiliki pabrik untuk iPhone yang lebih tua di India, tetapi tetap saja, lebih dari 90 persen produk Apple diproduksi di Tiongkok.

Beralih ke negara lain akan memakan waktu hingga tiga tahun, tetapi hal tersebut dikatakan tidak menyulitkan sama sekali. Sumber mengklaim bahwa satu pemasok telah menghabiskan tiga hingga lima bulan untuk menilai satu lokasi. Hanya untuk mengetahui bahwa ada risiko seperti kendala listrik di sana atau tidak.

Hal tersebut dikatakan tidak akan terjadi di Tiongkok karena pemerintah negara bagian telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur, air, utilitas, bahkan asrama untuk pekerja. Apa yang dilakukan pemerintah Tiongkok justru membuat Apple semakin sulit untuk pergi.