Aplikasi Kencan Ini Bagikan Status HIV Penggunanya

Aplikasi Kencan Ini Bagikan Status HIV Penggunanya

Chief Technology Officer Grindr, Scott Chen mengatakan, pihaknya berbagi data dengan dua perusahaan Apptimize dan Localytics untuk melindungi privasi orang-orang.

“Sebagai perusahaan yang melayani komunitas LGBTQ, kami memahami kepekaan tentang pengungkapan status HIV,” kata Chen.

“Tujuan kami adalah selalu mendukung kesehatan dan keselamatan pengguna kami di seluruh dunia,” tambahnya dilansir dari AFP Selasa (3/4).

Pengguna Grindr memiliki opsi untuk membagikan status HIV mereka dan kapan terakhir kali mereka mengujinya. Peneliti khawatir, memasukkan informasi kesehatan dengan data lain seperti lokasi dan alamat email dapat menyebabkan orang mudah dilacak.

Perusahaan pengamat hak asasi dalam bidang online, Electric Frontier Foundation menyebut respon Grindr mengecewakan. Perusahaan yang berbasis di Los Angeles mengatakan, pihaknya menggunakan Apptimize dan Localytics untuk menguji dan memvalidasi platformnya, dan data yang dibagikan dengan mereka harus termasuk status HIV pengguna atau lokasi.

“Grindr tidak akan pernah menjual informasi pengguna yang dapat diidentifikasi secara pribadi, terutama informasi mengenai status HIV atau tanggal tes terakhir, kepada pihak ketiga atau pengiklan,” kata Chen menegaskan.

Namun, respon dari publik menunjukkan adanya ketidak-setujuan pada langkah Grindr. “Kalian seharusnya tutup saja sekarang,” kata salah seorang yang berkomentar di Tumblr Grindr.

“Tidak ada yang peduli dengan upaya Anda atau standar industri. Anda mengkhianati komunitas LGBT lebih dari sekadar satu arah,” kata seseorang lainnya.


(iml/JPC)