Apa itu Investasi? Jangan Mudah Dibohongi. Ayo Datang Kesini!

MALANG KOTA – Barangkali, inilah event pertama yang bisa mengumpulkan 165 lembaga keuangan se-Malang Raya. Mulai perbankan, lembaga pembiayaan, hingga perusahaan efek, semuanya berkumpul dan berpameran di Malang Town Square (Matos), kemarin (18/11).

Event bertajuk Expo Industri Jasa Keuangan ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang. Kemarin, expo ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Malang Sutiaji.

Dalam sambutannya, Sutiaji berharap, expo ini bisa mendongkrak angka inklusi keuangan di Kota Malang yang masih sekitar 73 persen. Begitu juga dengan tingkat literasi keuangan yang masih di kisaran 37 persen.

Dia mengatakan, saat ini, tak semua masyarakat paham dengan produk lembaga keuangan. Padahal, produk lembaga keuangan itu ”berseliweran” di sekitar masyarakat. ”Contohnya, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Wajib diikuti, tapi tidak (banyak orang) yang tahu cara penggunaannya,” kata Sutiaji.

Sementara itu, Kepala OJK Malang Widodo menegaskan pentingnya literasi keuangan. ”Kalau tidak meningkat, maka rentan dikelabui investasi ilegal,” ujarnya.

OJK juga menyediakan tenant bagi masyarakat Malang yang ingin mengonfirmasi penawaran-penawaran investasi beberapa pihak apakah hal tersebut legal atau tidak. ”Kita siap menjawab permasalahan keuangan masyarakat Malang. Jadi, bisa memanfaatkan momen ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKIJK Malang Yessi Kurnia mengatakan siap membimbing masyarakat untuk lebih mengenal lembaga keuangan yang legal dan di bawah pengawasan OJK. ”Melakukan literasi dan inklusi pada masyarakat sekitar kita bahwa dalam supervisi OJK lembaga keuangan tidak hanya perbankan,” ujarnya.

Adapun, 165 lembaga keuangan yang mengikuti Expo IJK terdiri atas 42 bank umum, 1 Pegadaian, 51 BPR dan BPRS, 16 pasar modal, 30 pembiayaan, 22 asuransi, 1 dana pensiun, dan 2 BPJS. Ke depan, Yessi berharap acara seperti ini tidak hanya berbentuk expo, tapi acara yang lebih membumi.

”Selain bisnis profit, juga memberdayakan masyarakat agar tidak terjebak investasi ilegal yang nantinya akan merugikan masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Pewarta: NR8
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Arief Rohman