Antri Muncak Bikin Banyak Pendaki Everest Meninggal, Ini Kata Otoritas Setempat

MALANG – Pihak pariwisata Nepal, dalam pernyataannya, membantah tuduhan bahwa kenaikan jumlah korban di Gunung Everest dikarenakan kepadatan jumlah pendaki yang mengakibatkan panjangnya antrian hingga ke puncak.

Dilansir dari BBC (27/5) Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal, Dandu Raj Ghimire, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang buruk juga ikut berkontribusi dalam menyebabkan peningkatan jumlah korban Gunung Everest tahun ini.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa jumlah pendaki yang tewas hingga saat ini berjumlah 10 orang. Namun, Ghimire menyebutkan hanya ada delapan orang.

10 orang pendaki yang tewas di antaranya adalah pembalap asal Inggris, Robin Haynes Fisher (44 tahun), yang meninggal pada hari Sabtu kemarin, sesaat setelah ia mencapai puncak Everest.

Satu hari sebelumnya, Kevin Hynes (56 tahun) berasal dari Irlandia ditemukan meninggal di tendanya. Selain itu, Seamus Lawless yang juga berkebangsaan Irlandia meninggal di hari yang sama. Lawless diperkirakan meninggal setelah jatuh di dekat puncak.

Korban lainnya yaitu satu orang Nepal, empat orang India, satu orang Austria, dan satu orang lagi berasal dari Amerika. Beberapa di antaranya dikabarkan tewas atau hilang.
Seorang penyelenggara tur lokal mengatakan kepada AFP bahwa salah satu pendaki India, Nihal Ashpak Bhagwan, meninggal karena kelelahan setelah “terjebak kemacetan pendaki selama lebih dari 12 jam”.

Ghimire memang menyatakan bahwa 381 orang telah naik ke Everest musim semi ini, namun karena kondisi cuaca yang baik, jumlah pendaki di rute itu meningkat “lebih dari yang diharapkan”.

Menurut Ghimure, meningkatnya jumlah korban pendaki Gunung Everest tahun ini. Ia berpendapat bahwa kepadatan serta antrian panjang pendaki bukanlah alasan utama.

“Pendakian gunung di Himalaya sendiri merupakan masalah petualang, kompleks, dan sensitif yang membutuhkan kesadaran penuh. Dan untuk kecelakaan tragis, itu adalah hal yang tak bisa dihindari,” ungkapnya.

Alasan sebuah kecelakaan tragis bisa jadi banyak hal. Ghimire berpendapat bahwa bukal hal yang tepat untuk menjadikan “kepadatan jumlah pendaki” maupun “antriannya yang panjang” sebagai alasan utama.

Banyaknya jumlah korban pendaki sungguh sangat disayangkan. Ghimire sendiri menawarkan belasungkawanya kepada korban.
“Saya menawarkan belasungkawa yang tulus kepada mereka yang meninggal dan juga berdoa untuk mereka yang masih hilang,” pungkasnya.

Penulis: Risma Kurniawati