Antisipasi Mudik, 4.123 Bikers Masih Langgar Aturan

MALANG KOTA – Data mengkhawatirkan datang dari dunia bikers atau pengendara sepeda motor. Lantaran, berdasarkan operasi yang dilakukan Satlantas Polres Malang Kota dari 26 April–9 Mei, ada ribuan pelanggaran yang dihimpun.

Dalam Operasi Patuh Semeru itu, ada 4.123 bikers yang ditindak. Rinciannya, 2.832 surat tanda nomor kendaraan (STNK) menjadi barang bukti. Disusul barang bukti SIM sebanyak 1.244 dan 47 kendaraan yang disita polisi. Teknisnya, bagi yang tidak membawa STNK, yang disita SIM-nya. Sedangkan yang tidak membawa SIM, yang disita adalah STNK-nya. Sedangkan bagi yang tidak membawa dua-duanya, yang disita adalah sepeda motornya.

Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ari Galang Saputro menyatakan, belum patuhnya masyarakat tentu mengancam keselamatan para pengendara. Penilangan yang dilakukan polisi agar menjadi efek jera para pengendara di jalanan. Apalagi mudik Lebaran yang sudah dekat, dia menyatakan, akan terjadi lonjakan volume di jalanan.

”Ini juga antisipasi kami saat mudik Lebaran,” kata perwira tiga setrip itu.

Mantan Kasatlantas Polres Batu tersebut menjelaskan, operasi ini dilakukan sebagai pemetaan sebelum masuk mudik Lebaran. Dari sini, pihaknya melihat kendaraan roda dua masih mendominasi pelanggaran dengan jumlah 3.756 unit.



”Pengendara sepeda motor selama ini memang mendominasi pengisian surat tilang,” imbuhnya.

Selain itu, 360 mobil pribadi dan 7 kendaraan besar juga mengisi catatan surat tilang Satlantas Polres Malang Kota. Galang menyatakan, banyak pelanggar masih tidak patuh soal markah dan rambu. Meski pelanggaran didominasi karena tidak ada kelengkapan surat pengemudi, dia menyebut pelanggaran soal markah dan rambu juga menjadi sorotan polisi.

”Banyak yang tidak menunjukkan SIM, tapi pelanggaran markah dan rambu-rambu juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono