Antisipasi Lakalantas, Gencarkan Razia Ranmor

Pengendara kendaraan di Kota Batu tampaknya belum sepenuhnya sadar betapa pentingnya mematuhi peratura lalu lintas. Itu terbukti dengan banyaknya pengendara yang ditilang (tindakan langsung) saat razia kendaraan bermotor yang dilakukan Satlantas Polres Batu. Dalam sehari, rata-rata satlantas menindak 50 pelangar. Jenis pelanggarannya bermacam-macam, mulai tidak membawa STNK (surat tanda nomor kendaraan), tak memiliki SIM (surat izin mengemudi), tidak memakai helm, hingga kendaraan yang tidak dilengkapi sipon serta memasang knalpot brong.

KOTA BATU – Pengendara kendaraan di Kota Batu tampaknya belum sepenuhnya sadar betapa pentingnya mematuhi peratura lalu lintas. Itu terbukti dengan banyaknya pengendara yang ditilang (tindakan langsung) saat razia kendaraan bermotor yang dilakukan Satlantas Polres Batu. Dalam sehari, rata-rata satlantas menindak 50 pelangar. Jenis pelanggarannya bermacam-macam, mulai tidak membawa STNK (surat tanda nomor kendaraan), tak memiliki SIM (surat izin mengemudi), tidak memakai helm, hingga kendaraan yang tidak dilengkapi sipon serta memasang knalpot brong.

Dari pantauan koran ini, Satlantas Polres Batu tampak mengadakan operasi kendaraan di jalan Ir Soekarno, Sabtu lalu (17/2). Pengendara yang melanggar didominasi pasangan muda-mudi yang hendak berwisata. Surat tilang yang ”dibagikan” dalam operasi pemenuhan sistem poin target (SPT) itu mencapai 50 dalam waktu 1 jam.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Batu Ipda Giyanto menyampaikan, dalam operasi ini cukup banyak didapati pelanggaran lalu lintas. ”Estimasi kami kurang lebih satu jam atau kadang setengah jam kami lakukan operasi, ada 50-an pelanggar yang terjaring,” kata dia.

Untuk diketahui, operasi ini digelar sejak 1 Februari lalu dan akan berakhir pada 28 Februari mendatang. Jika dalam sehari rata-rata ada 50 pelanggar, berarti selama 18 hari kurang lebih ada 900 pelanggar. Itu pun operasi yang dilakukan per harinya hanya satu jam. ”Operasi ini memang bisa kami laksanakan setiap hari. Namun karena kondisi cuaca hujan di Kota Batu, jadi kami belum bisa melaksanakannya setiap hari,” jelas Giyanto.

Di melanjutkan, penindakan pelanggaran yang diterapkan pada operasi ini tidak bebeda jauh dengan operasi yang biasa dilakukan. ”Kami tekankan (menindak) pelanggar yang bisa menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas,” kata dia.

Selama operasi berlangsung, yang ditindak tidak hanya kaum muda-mudi yang hendak berwisata. Pikap yang kelebihan muatan dan kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang pun juga menjadi sasaran operasi Satlantas Polres Batu.

Dari operasi yang digelar kemarin (18/2), jumlah pelanggaran terbanyak adalah tidak mempunyai SIM, dan perlengkapan kendaraannya tidak sesuai. ”Tujuan operasi ini untuk mencegah meningkatnya angka kecelakaan dan pencurian sepeda motor,” jelas Giyanto.

Dia menambahkan, sebagian besar para pelanggar itu berasal dari luar Kota Batu, seperti Mojokerto, Jombang, dan Kediri. ”Yang banyak itu dari Jombang dan Mojokerto. Mereka meremehkan kalau di Batu tidak ada operasi. Ada yang tidak bawa STNK, SIM, dan tidak lengkap (perlengkapan) kendaraan mereka. Padahal itu bisa memicu laka (kecelakaan lalu lintas),” tukas dia.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Aris Syaiful
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Aris Dwi