Antisipasi Kematian Ibu-Bayi, USAID Asesmen Kabupaten Malang

KABUPATEN – Jangan remehkan masa kehamilan. Karena hingga saat ini, ancaman kematian terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir masih sangat tinggi. Bahkan, dalam setiap satu jam, Indonesia kehilangan dua ibu dan delapan bayi baru lahir akibat kematian.

Menyikapi hal itu, tiga hari kemarin (5–7 November), tim United State Agency for International Development (USAID) melakukan proses asesmen di Kabupaten Malang. Tidak hanya ke dinas kesehatan (dinkes), tapi juga badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda), RSUD Kanjuruhan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Radio Kanjuruhan, hingga Fatayat NU Kabupaten Malang. ”Asesmen ini kami lakukan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi di Kabupaten Malang,” ungkap Regional Manager-East Java USAID Jalin Project Purwida Liliek Haryati di kantor Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin siang (7/11).

Menurut dia, ada tiga prioritas problem yang diidentifikasi. Yakni kualitas layanan, sistem rujukan, dan pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terutama bagi masyarakat miskin dan rentan. ”Kabupaten Malang memang tidak termasuk tiga besar kematian ibu dan bayi. Tapi tetap saja menjadi perhatian kami,” terangnya sambil menyebut Jember menempati urutan pertama tingginya kematian ibu dan bayi, disusul dengan Surabaya dan Sidoarjo.

Apalagi, saat ini ancaman kematian ibu hamil tidak hanya saat melahirkan saja. Tapi juga pada masa nifas (0–42 hari pasca melahirkan). Kondisi itu bisa terjadi karena risiko tinggi (risti) saat melahirkan, perawatan belum tuntas tapi sudah dibawa pulang, pola hidup tidak sehat, hingga infeksi.

Copy Editor: Amalia
Penyunting: Neni