Antisipasi Bullying, Sekolah Tambah CCTV

MALANG KOTA – Kebutuhan operasional yang terus berkembang memaksa sejumlah sekolah untuk melakukan revisi terhadap rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Tahapan itu diperlukan agar pencairan bantuan operasional sekolah (BOS) bisa dilakukan mereka.

Dari pendalaman koran ini, salah satu poin revisi RKAS yang dilakukan sekolah berkaitan dengan pengadaan closet circuit television (CCTV). Langkah itu dilakukan setelah beberapa waktu lalu mencuat kasus perundungan atau bullying dari salah satu SMP negeri di Kota Malang.

Kehadiran CCTV diharapkan bisa membantu sekolah dalam mengawasi siswa-siswinya. Salah satu yang bersiap membelinya, yakni SMPN 17 Malang. ”Rencananya (kami) memang akan menambah CCTV.

Termasuk genset sekolah juga. Namun, akan dirapatkan dulu dengan stakeholder sekolah karena ada revisi RKAS,” jelas Kepala SMPN 17 Malang Musthafa. Dia menyebut bila saat ini sekolahnya sudah dilengkapi 12 CCTV. Berapa penambahan yang dilakukan, Musthafa belum bisa menyebutkannya. ”Pastinya kami tambah,” kata dia.

Rencananya, CCTV itu akan dipasang di kelas-kelas dan lorong-lorong sekolah. Gayung pun bersambut, plotting dana BOS tahun ini diketahui bakal naik. Untuk jenjang SMP, tahun lalu siswa mendapat plot Rp 1 juta per tahun.

Tahun ini naik menjadi Rp 1,1 juta per siswa per tahun.  Ketentuan penambahan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis BOS reguler.

Siswa SMA yang selama ini mendapat jatah Rp 1,4 juta per tahun bakal naik menjadi Rp 1,5 juta. Siswa jenjang SMK, dari jatah Rp 1,4 juta, naik menjadi Rp 1,6 juta. Sementara plot paling kecil untuk pelajar SD, dari semula mendapatkan Rp 800 ribu per tahun, menjadi Rp 900 ribu per tahun. ”Permendikbud (terbaru) itu sudah disosialisasikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang di SMPN 27,” tambah Musthafa.

Sementara itu, Ketua MKKS SMP Negeri Kota Malang Drs Burhanuddin MPd menyebut bila penambahan CCTV dalam RKAS itu memang bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Soal jumlah yang dibutuhkan, dia juga menyerahkan sepenuhnya pada masing-masing sekolah. ”(Yang sudah ada) itu pun sebetulnya tidak cukup di sekolah-sekolah,” jelas kepala SMPN 5 Malang tersebut.

Untuk mengoptimalkan CCTV yang dipasang, dia juga mengatakan bila tiap sekolah perlu menerapkan sistem piket untuk mengawasi siswa. Di sisi lain dukungan untuk menambah CCTV di sekolah juga turut diutarakan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Wanedi. Dia juga menjelaskan bila keinginan untuk menambah alat tersebut sudah disampaikan komisinya kepada Dinas Pendidikan Kota Malang.

”Sudah kami sampaikan, kalau bisa ada anggaran ke sana (nambah CCTV),” jelas dia. Di sisi lain, pihaknya juga menginginkan adanya peningkatan peran dari Dinas Pendidikan Kota Malang.

Tujuannya agar bisa memberikan pendidikan karakter bagi siswa. ”Saya juga minta kepada kepala dinas agar kasus perundungan kemarin menjadi yang terakhir dan tidak boleh terjadi lagi di lingkungan sekolah,” tegas Wanedi.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya