Antiaging vs Inner Beauty

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa menjelaskan sebetulnya perawatan antiaging tak cukup dilakukan untuk membuat perempuan lebih cantik. Perlu ada perawatan dari dalam diri atau inner beauty. Jika keduanya dikombinasikan maka tampilan akan sempurna.

“Perawatan antiaging digabung dengan inner beauty, barulah bisa optimal hasilnya,” tegasnya kepada JawaPos.com, Selasa (3/10).

Laksmi menjelaskan kulit orang Asia atau Asia Timur yakni 1-2 sedangkan kulit orang negara Barat 3-4. Karena itu, kulit orang Asia lebih banyak mengandung melanin atau pewarna kulit. Sehingga pewarna kulit itu bisa melindungi seseorang dari sinar matahari lebih banyak.

“Orang bule itu kulitnya punya pewarna kulit lebih sedikit. Pewarna kulit fungsinya sebagai pelindung sinar matahari. Dan orang Barat lebih rentan terkena kanker kulit karena pewarna kulitnya sedikit. Makanya orang kulit putih harus lebih banyak pakai tabir surya,” kata Laksmi.

1. Perawatan Antiaging

Perawatan antiaging atau antipenuaan yang paling laris dan dicari di klinik kecantikan adalah tarik benang. Meskipun sebetulnya perawatan bisa dilakukan di rumah dengan rajin membersihkan wajah menggunakan sabun wajah dengan pH yang mendekati.

“Selain tarik benang, lalu facial, chemical peeling, botoks, filler, laser, operasi plastik,” kata Laksmi.

Lalu bagaimana membedakan seseorang cantik alami dan cantik dipoles dengan perawatan atau mengubah bentuk wajah? “Kalau pakai perawatan berlebihan itu bisa terlihat beda, tidak natural. Misalnya terlalu banyak botoks bisa kaku seperti topeng,” ungkap Laksmi.

2. Inner Beauty
Tentu kecantikan dari dalam paling sulit didapatkan. Karena tak bisa dibeli dengan uang. Kecantikan dari dalam salah satunya bisa diperoleh dengan mengurangi stres.

“Stres harus dikurangi. Kalau orang stres itu kortisol berlebihan. Kalau kortisol berlebihan, kolagen berkurang. Kolagen berkurang, maka kekenyalan berkurang. Kurangi cemas dan harus bahagia. Orang banyak duit belum tentu bahagia lho. Itu semua tergantung kita, syukuri apa yang Tuhan berikan,” jelasnya.

Selain bersyukur, sebagai makhluk sosial, Laksmi menyarankan agar perempuan lebih banyak bersosialisasi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Dengan begitu, kulit sehat dan batin bahagia bisa diraih. Kecantikan tentu menjadi bonus.


(ika/JPC)