Angka Pernikahan Dini di Gunungkidul Masih Tinggi

 Pengadilan agama gunungkidul,

JawaPos.com – Pengajuan dispensasi menikah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) masih banyak ditemukan. Faktor yang menjadi penyebabnya yakni karena mengalami kehamilan diluar nikah.

“Hampir semua karena hamil duluan. Kurang umur, kemudian mereka mengajukan dispensasi,” kata Humas Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul, Barwanto, Minggu (7/4).

Kasus yang paling banyak ditangani, biasanya mereka yang melakukan pernikahan dini dikarenakan putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian kerja di luar daerah yang jauh dari keluarganya. “Kebanyakan tamatan SMP, mereka kerja kemudian kos berdekatan dengan teman (lawan jenis),” katanya.

Pada 2019 ini, untuk mereka yang mengajukan dispensasi menikah sudah lebih dari 10 pasangan. Sedangkan 2018 lalu, ada 79 pasangan. “2018 yang lolos 77,” katanya.



Sementara untuk poligami pada 2017 lalu, ada sebanyak 8 yang mengajukan. Namun hanya 5 yang dikabulkan. “2018 ada 13 yang mengajukan poligami. Dikabulkan 6, dan sisanya ditolak,” ucapnya.

Alasan mereka yang mengajukan poligami, karena pihak perempuan yang tak bisa melaksanakan kewajiban sebagai istri. Bisa karena sakit atau tidak mampu memberikan keturunan.

“Mereka yang mengajukan poligami tapi ditolak, karena setelah di persidangan tidak ada masalah apa-apa. Istri masih sehat, mereka juga punya anak,” pungkasnya.