Angka Kecelakaan di Sidoarjo Melonjak Lagi

JawaPos.com – Grafik kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Delta belakangan meningkat. Berdasar catatan kepolisian, ada 27 kejadian dalam tujuh hari. Angka tersebut naik hampir 100 persen dibanding pekan sebelumnya.

Kanitlaka Lantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono menyatakan, pada pekan sebelumnya ”hanya” ada 13 kasus. Dari sudut pandangnya, terdapat sejumlah faktor penyebab kecelakaan. Yang paling utama adalah kurangnya kesadaran pengendara untuk tertib lalu lintas. ”Harus dibenahi lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (19/5).

Ungkapan tersebut bukan tanpa dasar. Dari rekapan petugas, faktor kecelakaan didominasi unsur kelalaian. Urutan pertama adalah mengabaikan jalur. ”Dalam arti melawan arus,” katanya.


Di peringkat kedua, lanjut Sugeng, tata cara belok atau balik arah juga menjadi penyebab terbanyak. Setelah itu, disusul tata cara mendahului dan kurangnya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. ”Jadi, human error semua,” tambahnya.

Sugeng mengatakan, jajarannya sempat berbangga dua pekan lalu. Sebab, angka kecelakaan berkurang. ”Waktu Operasi Keselamatan Semeru 2018 berlangsung,” ucap perwira dengan tiga balok di pundak tersebut. Nah, setelah operasi terpusat itu berakhir, angka kecelakaan malah kembali naik.

Beruntung, kata dia, peningkatan tersebut tidak dibarengi naiknya angka korban jiwa. Sugeng mengungkapkan, jumlahnya tetap stagnan. ”Dua orang meninggal,” katanya.

Lebih lanjut dia memaparkan, korban luka berat menurun. Awalnya empat orang menjadi dua. ”Kenaikannya ada di korban ringan. Lumayan banyak. Dari 13 menjadi 36 orang,” jelas mantan Kanitlantas Polsek Waru itu.

Adapun titik rawan kecelakaan belum bergeser. Wilayah terbanyak berada di jalur barat. Mulai Taman, Krian, Balongbendo, sampai Tarik. ”Karena itu, kawasan tersebut menjadi perhatian kami untuk antisipasi,” tuturnya.

Sugeng menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan polsek jajaran. Sejumlah personel diminta meningkatkan patroli. Mereka diharapkan berjaga atau memberikan aba-aba bahaya di lokasi rawan kecelakaan. Terlebih menghadapi Lebaran. Tentu ada peningkatan arus kendaraan. ”Selain penjagaan, di area itu dipasangi spanduk imbauan agar pengendara lebih hati-hati,” paparnya.