Anggrek Silang Diburu Wisatawan

Warna-warni bunga anggrek tak hanya memikat para penghobi di kawasan lokal Malang. Para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kota Batu pun banyak yang terpikat dan membeli tanaman berwarna eksotis tersebut.

KOTA BATU – Warna-warni bunga anggrek tak hanya memikat para penghobi di kawasan lokal Malang. Para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kota Batu pun banyak yang terpikat dan membeli tanaman berwarna eksotis tersebut.

Anggrek yang dibudidayakan Dedek Setia Santoso, warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, ini misalnya. Beragam jenis anggrek hasil budi dayanya laris manis dibeli turis asing. Terutama jenis anggrek unggulan hasil persilangan yang dia lakukan sendiri. Sehingga, hampir setiap bulan ada saja yang baru dari hasil persilangan yang dilakukannya itu. ”Kalau yang baru, ya hampir setiap bulan pasti ada (jenis persilangan) yang baru,” kata dia sambil tersenyum.

Seperti varian baru hasil persilangan anggrek celebestar dengan otto I leidin. ”Jadinya, bunga terlihat melintir seperti ini,” terangnya sambil menunjuk anggrek yang tengah berbunga cukup banyak tersebut.

Selain itu, ada juga kimbora yang disilangkan dengan celebestar yang membuat bunga yang dihasilkan menjadi keungu-unguan dan kebiru-biruan. ”Ada banyak pokoknya,” kata dia.

Menurut Dedek, semua orang sebenarnya bisa menyilangkan anggrek. Asal mau belajar dan sabar. ”Yang perlu diperhatikan adalah, untuk menghasilkan anggrek yang berkualitas dari tingkat warna dan bentuknya, perlu pemilihan induk yang berkualitas juga,” ungkapnya.

Dari warna-warni tanaman yang dia kembangbiakkan itu, Dedek menerangkan cukup banyak wisatawan asing yang tertarik. Mulai dari turis asal Filipina, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Selain ada yang datang ke tempatnya langsung, dia juga banyak mengirimkan anggreknya ke luar negeri. ”Namun, ngirimnya tidak mudah, harus mengurus izin ini dan itu,” ungkap dia.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Nay
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Falahi Mubarok