Anggota Kampung Pentigraf Kampanye Konservasi Lingkungan Lewat Literasi

Anggota Komunitas Pentigraf kampanye konservasi di Hutan Malabar Kota Malang

MALANG KOTA – Persoalan lahan hijau menjadi perbincangan dunia. Semua penduduk harus melestarikan alam agar konsistensi ekosistem tetap terjaga. Sastrawan juga ikut mengkampanyekan hijaunya alam dengan wisata literasi cerpen tiga paragraph (pentigraf).

Puluhan anggota Kampung Pentigraf Indonesia berwisata ke Hutan Kota Malabar, Minggu (14/7). Ada sekitar 20 pentigrafis datang dari berbagai kota untuk menuliskan pesan penghijauan di hutan tengah Kota Malang itu.

Kampanye penghijauan tersebut nantinya akan disusun dalam buku pentigraf bertemakan sastra hijau. Atau judul buku yang akan disiapkan dari kumpulan pentigraf yaitu Pentigraf Hijau.

”Saat ini pentigfar menjadi penyihir baru di dunia sastra. Kami menyiapkan kitab pentigraf keempat, dan mengangkat tema sastra hijau,” kata pentigrafis Malang Agustinus Indradi.

Sastrawan, Pengaggas Pentigraf Tengsoe Tjahjono juga menjelaskan, pentigraf hijau dapat menjadi pintu masuk ke dunia literasi secara umum. Mengusung tema lingkungan hidup, kerusakan alam, perlindungan hutan, sampah, gaya hidup zero waste, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat secara umum.



”Sebuah kampanye konservasi lingkungan hidup yang disuarakan melalui jalur literasi atau sastra. Para pentigrafis di sini mengeksplorasi apa yang ada dalam Hutan Kota Malabar,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Fajrus Shiddiq