Anggaran SPAM Rp 3,7 Miliar, Tersebar di Sebelas Desa

Anggaran SPAM Rp 3,7 Miliar, Tersebar di Sebelas Desa

Rencananya, ada 11 titik pembangunan SPAM tahun ini. Yakni, pembangunan SPAM di Desa Banjar Barat dan Batudinding Kecamatan Gapura yang masing-masing dianggarkan Rp 330 juta. Kemudian, pembangunan SPAM di Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Rp 400 juta.

Keempat, pembangunan SPAM di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, senilai Rp 300 juta. Kelima, SPAM di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Rp 300 juta. Keenam, pembangunan SPAM di Desa Kalebengan, Kecamatan Rubaru, Rp 450 juta.

Lalu, pembangunan SPAM di Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Rp 300 juta. Kedelapan, pembangunan SPAM di Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, senilai Rp 400 juta. Kesembilan, pembangunan SPAM di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Rp 350 juta.

Selanjutnya, pembangunan SPAM di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, sebesar Rp 350 juta. Terakhir, pembangunan SPAM di Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, Rp 200 juta. Seluruh proyek SPAM yang teranggarkan tersebut sampai sekarang belum masuk tahap lelang.

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto mengatakan, saat ini proyek SPAM yang ditanganinya masih dalam proses perencanaan. Jika tidak ada kendala, akhir Maret nanti proyek sudah siap ditender. ”Itu bentuknya DAK (dana alokasi khusus, Red) yang konsentrasinya kepada pembangunan pengadaan air bersih,” kata Bambang.

”Jadi sekarang dalam perencanaan, setelah itu kami luncurkan. SPAM itu rata-rata proses pengeboran,” tambahnya.

Dijelaskan, pembangunan SPAM berdasarkan pada permohonan dari masyarakat. Karena itu, lokasi yang dijadikan objek pembangunan rata-rata memiliki sumber mata air. Tujuannya, agar proses pembangunan bisa berjalan lancar.

”Kebijakan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), proyek SPAM diprioritaskan untuk masyarakat yang sudah punya sumber mata air, tapi tetap ditinjau kapasitas debit airnya,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, ada dua anggaran yang terkait SPAM. Yakni yang bersumber dari DAK yang anggarannya rata-rata di atas Rp 200 juta. Serta anggaran yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) yang rata-rata di bawah Rp 200 juta.

Khusus untuk proyek yang dialokasikan dari DAU, menurut dia, bukan proyek pengeboran. ”Bentuk kegiatannya ada pemasangan pipa,” kata Ramzi.

Dia berharap agar perencanaan pembangunan SPAM segera diproses. Sebab proyek tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. Terlebih, untuk pembangunan SPAM yang menggunakan pengeboran masih perlu disurvei terlebih dahulu. ”Waktu koordinasi dengan kami, katanya sebagian sudah disurvei,” ujarnya.

(mr/mam/hud/han/bas/JPR)