Anggap Tak Sesuai Aturan, Cakades Gugat Hasil Pilkades

KOTA BATU – Proses pelantikan kepala desa (kades) terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 2 Oktober lalu, terancam bakal mendapat hambatan. Bahkan, berpotensi ada yang dilakukan pemilihan ulang, jika gugatan calon kepala desa (cakades) dikabulkan.

Karena hingga H-2 dari penutupan pengajuan gugatan kemarin, sudah ada satu laporan resmi gugatan dari cakades ke Bagian Pemerintahan Kota Batu. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Batu, ada potensi laporan yang sama dari cakades lain. Perlu diketahui, laporan gugatan tersebut berakhir pada hari ini per pukul 15.00 WIB.

Yang sudah mengajukan secara resmi gugatan pilkades adalah Iwan Riswantoro, cakades nomor urut 3 Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini mengklaim bahwa pesta demokrasi di tempatnya ”ternodai”. Karena ada 1.069 surat suara yang tidak sah.

Perlu diketahui, surat suara ini dianggap rusak karena tembus simetris, atau surat suara yang tembus lebih dari dua titik saat pemilihan. ”Saya merasa keberatan dengan adanya surat suara yang dinilai rusak itu. Karena 1.069 hak suara masyarakat sudah tidak tersalurkan,” kata Iwan Riswantoro, saat ditemui di rumahnya kemarin.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, ada kesalahan lain dalam proses pilkades di tempatnya. Yaitu tidak adanya berita acara usai perhitungan surat suara.



Apalagi, dari hasil rekapitulasi dia hanya selisih 33 surat suara dari cakades nomor urut 1, Deny Cahyono. Di mana dirinya meraih 1.446 suara dan Deny meraih 1.479. ”Seharusnya ada berita acaranya, tapi nggak ada,” ucap dia.

Dia juga sudah menyampaikan hal tersebut kepada panitia pilkades dan Badan Pengawas Desa (BPD). Namun, hingga kemarin masih belum mendapatkan respons. ”Katanya besok (hari ini) dari BPD Beji akan membahas di tingkat kota. Makanya (hari ini), saya akan menemui Wakil Wali Kota Batu (Punjul Santoso),” terang pria yang juga menjadi pengusaha ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades 2019 Desa Beji Bobby Prahara Virgasmara menganggap penggugat mengada-ada. Artinya, Iwan dianggap mencari-cari kesalahan panitia pilkades.

Karena yang dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan Daerah No 76 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa, di mana jika menemui cacat surat suara, baik itu di luar atau di dalam garis dari para calon, artinya surat suara dianulir atau tidak sah. ”Itu kan cuma nggak terima saja dengan hasil. Karena kalah kan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bobby juga membantah jika hasil perhitungan surat suara tersebut tanpa adanya berita acara. Karena pihaknya juga sudah memberikan berita acara. ”(Berita acara) sudah ada. Itu juga sudah dilihat para saksi,” tandasnya.

Terpisah, BPD Beji Ahmad Marzuki mengaku sudah menjalankan tugas sesuai aturan yang ada. Sehingga, pihaknya sudah menyampaikan persoalan tersebut ke Pemkot Batu. ”Saya kira panitia sudah menjalankan semua proses sesuai aturan,” terang pria yang juga ketua MUI Kecamatan Junrejo ini.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Kota Batu Dyah Lies Tina Purwaty menyampaikan, pihaknya masih perlu mempelajari materi gugatan dari cakades nomor urut 3 tersebut.

Namun, pihaknya juga masih membuka pelaporan gugatan cakades hingga hari ini. ”Besok (hari ini) kami akan bahas bersama panitia dan BPD terkait gugatan itu,” ungkap dia.

Perlu diketahui, ada 11 desa yang melaksanakan pilkades serentak 2 Oktober lalu. Sedangkan, jumlah kontestannya mencapai 38 cakades.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin