Aneh Tapi Begitu Adanya, Pohon Kelapa di Tengah Jalan Setapak Baru

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir ini, viral di media sosial jalan setapak yang baru dikerjakan, kokoh berdiri pohon kelapa di tengahnya. Unik, tapi begitu memang kenyataanya. Usut punya usut, kejadian ini ternyata bukan di desa elosok yang terisolir, tetapi terletak di Desa Koto Dumu, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Informasi yang berhasil dihimpun, jalan setapak yang dibangun Pemerintah Desa Koto Dumu tahun 2019 ini, terdapat pohon kelapa yang berdiri kokoh ditengah-tengah jalan. “Di tengah jalan yang baru saja dibangun, tetap berdiri pohon kelapa. Kemana aja pihak Pemdes, BPD, dan pendamping Desa dalam melakukan pengawasan,” ujar salah seorang warga seperti dikutip Jambiexpres.co.id (Jawa Pos Group).

Kejadian ini sangat disesalkan warga sekitar dan menilai pendamping Desa, Camat serta Pemdes gagal mendampingi Desa Koto Dumu dalam melakukan pembangunan.

Menanggapi hal itu, Hajar, Kades Koto Dumu, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, dikonfirmasi mengakui dirinya telah membangun jalan setapak di Desa Koto Dumu.”Benar, itu dibangun pada anggaran tahun 2019,” ujarnya.



Menurutnya, kejadian itu bermula saat hendak dilakukan pengerjaan jalan setapak, pemilik tanah yang terdapat pohon kelapa tidak mau memberikan tanah. Sementara, pihaknya dikejar oleh waktu yang memang harus dilakukan pengerjaannya.

“Dengan lamanya perundingan, dengan pemilik tanah yang ditumbuhi pohon kelapa. Disuatu sisi, waktu berjalan terus dan memang harus segara dilakukan pengecoran jalan. Makanya, kita tetap lanjutkan pengerjaan jalan,” bebernya.

Sebelumnya sambung Kades, dirinya beralasan bahwa sebelum dilakukan pembangunan dirinya telah melakukan musyawarah RAPBD dengan masyarakat dan Pemdes.

Namun saat ini solusinya, pihaknya masih melakukan upaya pendekatan dengan pemilik tanah yang terdapat Dua pohon kelapa. Agar pohon kelapa itu, bisa tebang sehingga tidak menganggu jalan. “Memang kita dapat teguran dari Inspektorat dan Pemdes, maka akan kita ikuti dan akan kita tebang dengan melakukan perundingan dengan pemilik tanah,” ucapnya

Editor : Mohamad Nur Asikin