Andi Rachman janjikan Pekansikawan jadi kawasan Strategis

Andi Rachman janjikan Pekansikawan jadi kawasan Strategis

Andi Rachman (kemeja kuning bagian tengah) saat kampanye dialogis dengan warga Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Minggu (6/5).
(istimewa)

RADAR MALANG ONLINE – Cagub Riau nomor 4, Arsyadjuliandi Rachman komit memperjuangkan regional Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) agar masuk dalam kawasan strategis nasional.

Hal tersebut disampaikan Andi Rachman saat melakukan kampanye dialogis dengan warga Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Minggu (6/5).

“Saya dan wakil saya pak Suyatno yakin Pekansikawan bisa masuk dalam kawasan strategis nasional pada periode kedua saya memimpin Riau. InsyaAllah,” ujarnya yang langsung mendapat tepuk tangan dari warga.

Mengapa Gubernur Riau non aktif ini begitu yakin? Pertama, karena konsep Pekansikawan ini sudah digodok dan dirintisnya sejak masih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau periode 2001 – 2011 lalu.



Berbagai program untuk mewujudkan Pekansikawan itu sudah dimulainya saat menjadi anggota DPRD Riau periode 2004 – 2009 dan anggota DPR RI 2009 – 2014 dengan ikut memperjuangkan penganggaran sejumlah pembangunan infrastruktur terkait kawasan regional ini.

Apalagi sebagai Gubernur inkamben, Andi mengklaim bahwa dirinya sudah banyak mengeluarkan kebijakan terkait pembangunan infrastruktur untuk mempercepat terwujudnya Pekansikawan. Di antaranya menyambung Pekanbaru dengan Siak melalui pembukaan jalan lintas Okura – Perang via PT SIR.

Kemudian pembangunan jalan baru menjelang Danau Bingkuang Kampar hingga jembatan. Ini gunanya untuk menyatukan Pekanbaru dengan Kampar. “Begitu pula dengan Teratak Buluh Kampar juga akan menyatu dengan Pekanbaru,” ujarnya.

Berbagai penyatuan ini sebagai persiapan untuk Pekansikawan menjadi kawasan strategis nasional. “Nanti kita bangun jalan lingkar luar lagi. Tujuannya untuk mempercepat akses. Jadi kalau orang Pelalawan mau ke Kampar tidak perlu masuk Pekanbaru lagi. Langsung ke Kampar saja. Begitu pula orang Bangkinang mau ke Siak, gak perlu masuk Pekanbaru, bisa langsung saja dengan jalan lingkar luar ini,” tuturnya

Jalan lingkar ini juga sebagai alternatif agar warga bisa menghindari kemacetan ketika masuk Pekanbaru. “Untuk Pekanbaru sendiri sudah mulai kita bangun dua fly over. Itu untuk mengurangi kemacetan,” pungkasnya.


(ica/JPC)