Anang-Ashanty Kerasan di Wahana Malang Night Paradise

Ingin merasakan serunya berpetualang di Taman Dinosaurus di malam hari? Datanglah ke Malang Night Paradise (MNP) yang berada di dalam Hawai Waterpark, Kota Malang. Di MNP yang sudah soft launching pada Senin malam lalu (19/6) itu ada Taman Dinosaurus yang menyuguhkan atraksi menarik.

Bahkan, Anang Hermansyah dan Ashanty yang diudang dalam soft launching tersebut pun dibuat kerasan menikmati taman-taman itu. Ashanty mengaku sangat senang mengunjungi Taman Dinosaurus. Sebab, menurut dia, di samping mengedukasi, wahana tersebut tidak berbahaya bagi buah hatinya sehingga anak-anak pun menyukainya.

”Permainan di sini aman dan tidak berbahaya karena dinosaurusnya nggak asli, makanya aman,” ujarnya sambil tertawa.

Ashanty menyampaikan, Malang Night Paradise merupakan tempat wisata yang bagus dan lengkap. ”Seneng banget karena tempatnya bagus. Wahananya banyak dan lengkap banget. Anak-anak kalau malam kan bisa main ke sini,” beber pelantun lagu berjudul Jodohku itu.

Sedangkan Anang Hermansyah mengungkapkan, hadirnya MNP di Kota Malang adalah sebuah terobosan yang bagus. Sebab, dengan begitu Kota Malang kini bisa menjadi salah satu pusat hiburan dan pusat liburan di Jawa Timur. ”Semua wahana di sini menarik sekali sehingga saat malam hari Kota Malang tidak mati,” kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Saat berjalan-jalan di MNP, Anang juga menyempatkan diri mencoba beberapa wahana. Bahkan, tak jarang, dia berfoto dengan beberapa wahana yang dilewatinya dengan kamera pribadi. ”Lokasinya saya rasa tidak jauh dari pusat Kota Malang. Ini adalah suatu terobosan bagus sehingga pemerataan di setiap daerah dapat berjalan,” ujar pria asal Jember ini.



Pada soft launching tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Malang Moch. Anton. Dia mengungkapkan, dengan hadirnya MNP, masyarakat kini tak perlu jauh-jauh lagi ke Kota Batu untuk menikmati tempat wisata di malam hari. ”Dengan adanya MNP, bisa menyedot banyak wisatawan untuk datang ke Kota Malang,” jelas Anton.

Dia mengungkapkan, dengan menambah tempat wisata, ruang interaksi bagi masyarakat pun ikut bertambah. ”Dan MNP juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Hawai Waterpark Malang Bambang Judo mengungkapkan, MNP merupakan taman lampu yang beroperasi pada malam hari. Maklum, selama ini beberapa wahana di Hawai Waterpark hanya bisa beroperasi hingga sore hari. ”Taman ini kami buka mulai pukul 17.00–23.00,” jelasnya.

Adapun tiket masuk yakni untuk weekday Rp 25 ribu dan weekend Rp 35 ribu per orang. Sementara untuk tiket terusan, weekday seharga Rp 45 ribu dan weekend Rp 60 ribu per orang. Dengan tiket terusan tersebut, pengunjung bisa menikmati seluruh wahana.

Bambang menyatakan, selama masa promo, pengunjung akan mendapatkan tiket flying car secara gratis.

Menurut Bambang, MNP merupakan tempat hiburan keluarga yang mengusung tema glowing atau gemerlap unik di Malang. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran dua taman hiburan sekaligus dalam satu lokasi. Yakni Taman Lampion dan Taman Dinosaurus. Pengunjung tidak hanya akan dimanjakan dengan sajian beragam bentuk lampion, tapi juga bisa belajar mengenai sejarah dinosaurus.

Kali pertama memasuki taman, pengunjung akan disambut oleh air mancur menari yang dihiasi dengan ribuan lampu. Di sisi kanan air mancur, terdapat lampion berbentuk jamur dengan beragam bentuk. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Tidak berhenti di situ, pengunjung kemudian dimanjakan dengan tatanan lampion berbentuk bunga mawar. Bahkan, salah satu lampion bunga yang paling besar bisa mengembang dan menguncup secara perlahan.

Selain itu, terdapat lampion berbentuk kincir, angsa, collosium, dan panda. Di setiap lokasi lampion juga disediakan spot khusus bagi pengunjung yang ingin berswafoto. Ya, setiap bentuk lampion tersebut memang sayang jika tidak diabadikan dalam jepretan kamera.
Di sana, juga ada sebuah lorong yang ditempeli oleh lampu kerlap-kerlip atau disebut lighting tunnel.

Uniknya, lampu tersebut bisa menyala mengikuti musik. Ada sekitar 77 efek sensor lampu yang bisa menyala bergantian. Kemudian di Taman Dinosaurus ada sekitar 12 replika dinosaurus yang akan menyambut para pengunjung. Bahkan, setiap dinosaurus juga dilengkapi dengan sensor sehingga ketika pengunjung mendekat, dinosaurus tersebut bisa bergerak seperti hidup.

Beberapa dinosaurus itu di antaranya, Tyrannosaurus, Triceratops, Spinosaurus, Vilociraptor, Mammoth, dan lain-lainnya. Masing-masing dinosaurus juga dilengkapi dengan informasi yang lengkap sehingga pengunjung juga bisa belajar mengenai sejarah dinosaurus. Kedua taman tersebut juga dilengkapi dengan food court, drink court, musala, dan free wifi.

Bambang menyatakan, pembuatan kedua taman tersebut membutuhkan waktu selama kurang lebih 3 bulan. Tidak main-main, ada lima teknisi dari Tiongkok yang didatangkan langsung untuk mengerjakan taman ini. ”Target saat Lebaran, minimal kami bisa mendatangkan 5.000 ribu pengunjung saat weekend,” pungkasnya. (viq/c2/lid)