Anak Wali Kota Bontang Jadi Ketua DPRD, Bantah Ada Dinasti

JawaPos.com – Teka-teki siapa yang menjabat ketua DPRD Bontang periode 2019-2024 akhirnya terjawab. Secara resmi, Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar menunjuk Andi Faizal Sofyan Hasdam menduduki posisi tersebut.

Sekretaris DPD I Golkar Kaltim Abdul Kadir telah menerima surat keputusan DPP Partai Golkar. Tepatnya pada Selasa (10/9) kemarin. “Ketua DPRD Bontang sesuai SK ialah Andi Faizal Sofyan Hasdam,” kata Abdul Kadir sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Rabu (11/9).

Namun, Abdul Kadir mengaku tidak mengetahui pertimbangan DPP sehubungan penunjukan ketua dewan Bontang tersebut. Selanjutnya, dia bakal membuat surat kepada DPD II Golkar. “Surat keputusan ini berisi penunjukan ketua dewan se-Kaltim,” ucapnya.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Prokal.co/JPG)

Dikonfirmasi terpisah, Andi Faizal Sofyan Hasdam membenarkan telah menerima tembusan surat dari DPP Golkar. Dia menyebut mendapat informasi mengenai penunjukan ketua dewan terlebih dahulu dari pimpinan dewan sementara Nursalam.



“Saya kira itu bercanda. Karena sebelumnya saya tidak berambisi untuk menjadi ketua dewan. Tetapi masyarakat pada meminta kepada saya,” kata Andi Faiz.

Dia beranggapan ada dua faktor menunjuknya sebagai pimpinan legislator. Hal ini meliputi peraih jumlah suara terbanyak di internal partai pada Pileg 2019 dan keinginan partai melakukan regenerasi. “Namanya politik ini dinamis. Ada AD/ART ataupun peraturan lain yang disusun. Tetapi alhamdulillah jika saya yang ditunjuk,” ujarnya.

Disinggung mengenai tanggapan publik nantinya adanya politik dinasti, mengingat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni merupakan ibunya, Andi Faiz menganggap terjadi perbedaan dari konteks 10 tahun lalu. “Kalau dulu ketika ibu (Neni) mau maju, bapak (Sofyan Hasdam) menjadi wali kota. Tetapi penunjukan saya sebagai ketua dewan ini oleh keputusan partai,” sebutnya.

Andi Faiz menyebut penunjukan jabatan ini tentu mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, ia memilih tidak menanggapi hatters yang menyorotinya. “Ini menjadi tantangan saya,” terang dia.

Menurutnya, legislatif merupakan mitra dari eksekutif. Keberhasilan kinerja dewan tentunya bergantung dapat melaksanakan ketiga fungsi, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan baik.

Sebelumnya diberitakan, tiga nama diajukan menjadi ketua dewan melalui rapat pleno diperluas DPD II Golkar Bontang. Tiga nama tersebut ialah Nursalam, Rustam HS, dan Andi Faiz Sofyan Hasdam.

Sekretaris DPD II Golkar Bontang Heriyani Fahmi menuturkan, tiga nama itu berasal dari rekomendasi internal partai. Meliputi pengurus tingkat kecamatan, organisasi sayap partai, pengurus ormas partai, dan pengurus ormas yang didirikan oleh Golkar. “Dari keputusan tersebut diambil keputusan dan ditetapkan tiga calon nama tersebut,” kata Heriyani.

Alurnya, nama tersebut kemudian diajukan ke DPD I Golkar Kaltim untuk dilakukan pembobotan. Selanjutnya, hasil itu dikirim ke DPP untuk mendapat persetujuan sekaligus penetapan keputusan.

Berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) terdapat empat kriteria. Ini meliputi calon merupakan pengurus partai, incumbent (minimal sekali pernah menjadi anggota dewan), mempunyai latar belakang pendidikan sarjana, dan memenuhi aspek PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela).

Nama Nursalam dan Rustam diajukan karena menyandang status petahana di legislatif. Sementara Andi Faiz merupakan pendatang baru dengan raihan suara tertinggi pada Pileg 2019.

Putra kedua pasangan Sofyan Hasdam-Neni ini meraup 4.640 suara. Dia maju melalui daerah pemilihan (dapil) Bontang Utara. Lumbung suara didapatkan di Kelurahan Bontang Baru dengan 1.100 suara.