Anak Buahnya Terjerat Narkoba, Sutiaji Minta Seluruh ASN Dites Urine

JawaPos.com- Tertangkapnya YW, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang kedapatan menyimpan sabu-sabu sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap roda pemerintahan. Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan pendampingan hukum. Dia juga menginstruksikan agar seluruh anak buahnya dites urine.

“Sebenarnya urusan-urusan pribadi mereka. Kami tidak akan melakukan advokasi karena itu urusan pribadi,” tegas Sutiaji, Selasa (15/1).

Sutiaji meminta aparat tetap tegas dan mengadili YW sesuai hukum yang berlaku. “Ketika berkaitan dengan hukum, maka tidak ada hak imunitas yang diberikan pada aparat. Hak imunitas hanya ada di DPR dan lembaga tertentu,” terangnya.

Maka, di hadapan hukum semua prosedur yang dilakukan sama. Sutiaji mengungkapkan, pemkot tidak memiliki kewajiban pendampingan atas kasus pidana yang dilakukan pegawainya secara pribadi. “Dan kami tidak akan melakukan koordinasi dengan Polres, keringanan dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Sutiaji juga menyayangkan tindakan yang dilakukan YW. Pasalnya, selain merugikan diri sendiri dan keluarga, menurutnya penggunaan narkoba itu juga mencoreng nama baik instansi pemerintahan. “Bagi saya, melakukan pencemaran nama baik ASN,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Sutiaji menginstruksikan agar seluruh ASN di lingkungan Pemkot Malang melakukan tes urine. Meskipun sebenarnya kegiatan itu sudah rutin dilakukan setiap tahun. “Tapi sesegera mungkin, nanti Sekda (Sekda Kota Malang) dan BNN (Badan Narkotika Nasional) akan melakukan tes urine ke semua ASN,” tegasnya.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, YW, 37, warga jalan S Supriadi gang Lestari, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang diringkus Satresnarkoba Polres Malang Kota. Dia dibekuk di teras rumahnya. Saat digeledah, korps berseragam cokelat menemukan sabu-sabu seberat 0,57 gram di dalam kantong YW.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Fiska Tanjung