Anak-Anak Panti Asuhan Terbitkan Buku ”Aku Bahagia”

Yayasan Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB) berhasil menginisiasi anak-anak panti asuhan untuk membuat sebuah karya berupa buku. Buku antologi berjudul ”Aku Bahagia” tersebut kemarin (26/11) di-launching di Tazkia IIBS Putra. ”Ini merupakan hasil karya dari 22 anak panti asuhan se-Malang Raya,” ujar Robby Ikrom Maulana, ketua Yayasan GSKB.

MALANG KOTA – Yayasan Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB) berhasil menginisiasi anak-anak panti asuhan untuk membuat sebuah karya berupa buku. Buku antologi berjudul ”Aku Bahagia” tersebut kemarin (26/11) di-launching di Tazkia IIBS Putra. ”Ini merupakan hasil karya dari 22 anak panti asuhan se-Malang Raya,” ujar Robby Ikrom Maulana, ketua Yayasan GSKB.

Dia  menyebutkan, ada 7 panti asuhan yang turut serta dalam kegiatan ini. Yaitu, Panti Asuhan Aisyiyah Riverside, Panti Asuhan Hj Khodijah, Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Panti Asuhan Muhammadiyah Sengkaling, Panti Asuhan Sunan Giri, Panti Asuhan Darul Azhar, dan Panti Asuhan Muhammadiyah Batu.

Di buku setebal 185 halaman ini, Eka Widyasari, salah satu penulis, menyebutkan, jika 22 anak ini wajib menuliskan 2 kategori cerita. Pertama, tentang kisah-kisah kehidupan anak-anak selama di panti asuhan. Kedua, soal bagaimana arti kebahagiaan bagi mereka. ”Karya ini dibuat pada Agustus 2017, ketika mereka berlibur di Kebun Teh Wonosari,” terang Eka.

Menurut dia, dengan berwisata alam akan mendapat hawa sejuk dan suasana hati yang menyenangkan. Akhirnya mereka bisa menulis dengan jernih dan leluasa.  Salah satu karyanya adalah Tangisan Syifa yang terinspirasi oleh temannya yang merasa sedih karena tidak pernah dijenguk kedua orang tuanya.  Melalui tulisannya, dia ingin menyampaikan bahwa anak-anak panti saja masih bisa bersikap tegar dan kuat meski sebenarnya sedih dan ingin anak lain yang hidup bersama orang tuanya lebih bersyukur.

”Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak panti asuhan ternyata masih bisa berkarya dan berprestasi meski dengan keterbatasan materi,” ungkapnya.



Pihaknya juga ingin memberikan semangat pada anak-anak bahwa masalah yang mereka hadapi selama ini tak seberat yang dialami anak-anak panti. Selain itu, dia ingin memberikan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Ismaya dan nantinya akan dikirim ke toko-toko buku di Kota Malang dengan harga jual Rp 60 ribu per buku.

Dalam buku ini juga ada kata pengantar dari Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad. Melalui tulisannya yang bertajuk Scripta Manent Verba Volant, (Yang tertulis akan abadi, dan yang terucap akan hilang ditelan angin), Kurniawan Muhammad berpesan bahwa kita tidak bisa memilih, kita ini lahir dari rahim ibu yang seperti apa, dan memilih lahir dari bapak siapa.

Tapi, kita bisa memilih masa depan kita, apakah masa depan kita cerah atau sebaliknya. Dia sangat berharap dengan adanya buku ini bisa menjadi tonggak kebangkitan para penulisnya. Supaya mereka dapat meraih prestasi yang cemerlang. ”Semoga anak-anak ini kelak ada yang menjadi bupati, wali kota, bahkan presiden,” ungkapnya.

Pewarta: nr3
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Yeha Regina Citra