Ampu Galang Dana untuk Maba, Ini Hasilnya

KOTA MALANG- Aliansi Mahasiswa Peduli UKT Mahal (AMPU) sudah dua hari ini menggalang dana untuk meringankan lima Mahasiswa Baru (Maba) membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Galang dana tersebut merupakan usaha opsi dari AMPU setelah tidak terpenuhinya keinginan mereka bertemu dengan Rektor UIN Malang untuk menurunkan biaya UKT, Jum’at (16/8) lalu.

Sementara ini dana yang terkumpul ialah sekitar Rp 7.3 juta. Dengan dana tersebut, kata koordinator APUM, Hafid Afiq belum sesuai target mereka.

“Kita menargetkan sekitar Rp 10 juta lah untuk membantu lima maba kemarin yang keberatan membayar UKT,” tutur Afiq.

Ia melanjutkan, sebenarnya dengan target dana tersebut ia akan meringankan sekitar 10-15 persen persen dari biaya total UKT kelima maba.



Namun, jika memang dananya tak sesuai target, ia berujar akan tetap membagikannya sesuai hasil yang AMPU terima saat ini. “Iya bagaimana lagi kita tetap menyerahkan ke adik-adik semoga tetap bisa meringankan beban mereka,” tuturnya.

Tak lupa, ia mengatakan, kalau galang dana ini akan berakhir sore nanti, (21/8). “Hari ini kita akan akhiri sore nanti. Jadi untuk siapapun yang masih ingin membantu meringankan beban lima maba ini bisa datang langsung ke gerbang masuk depan UIN. Titik kumpul kami di situ,” tuturnya

Seperti diketahui, lima maba UIN Malang ini meresahkan biaya UKT karena kemampuan ekomoni keluarga mereka tak sesuai dengan grade UKT yang mereka terima.

“Mereka rata-rata sebenarnya di grade 2 atau 3 (UKT sekitar Rp 1 juga – Rp 3 juta). Soalnya kan sebagian besar orang tua mereka gajinya Rp 2 juta per bulan tapi mereka malah mendapat grade 7-8 (sekitar Rp 6 – Rp 7 juta),” ujar Afiq.

Untuk itu, mereka diberi perpanjangan waktu membayar biaya UKT sampai 31 Agustus nanti oleh pihak kampus.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia