Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Tuntut Pemerintah Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

KOTA MALANG- Siang ini (11/4) puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Malang Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota Malang. Mereka menuntut pemerintah segera menyelesaikan kasus percobaan pembunuhan terhadap Novel Baswedan (Novel) yang terjadi tepat dua tahun lalu, yakni 11 April 2017.

Beberapa tuntutan tersebut diantaranya, presiden RI diminta segera mengevaluasi kinerja kepolisian dalam melakukan penyidikan, mengungkapkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kasus Novel secara menyeluruh, serta mengutuk segala bentuk teror terhadap pejuang anti korupsi dan KPK.

Menurut Korlap pada aksi ini, Atha Nursasi, aksi tersebut didasarkan atas pengamatan kasus yang menimpa Novel diduga memiliki motif pembunuhan berencana untuk membungkam secara langsung kerja KPK terutama yang melibatkan Novel.

“Kita di sini melihat ada modus serangan pada Novel yang umumnya dilakukan berulang kali ketika menangani kasus yang melibatkan elit politik dan kasus besar. Terhitung sejak tahun 2011, 2012, 2015, 2016, dan terakhir 2017,” paparnya.

Akibat kasus ini, Novel diketahui mengalami gangguan dari sisi pengelihatannya. Sehingga pekerjaanya terhambat dalam upaya pemberantasan korupsi. Hal inilah yang membuat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Malang Raya sangat geram.



Selain itu Atha mengungkapkan bahwa ada indikasi pengaburan dan pengambangan penindakan atas serangan terhadap Novel dalam bentuk indikasi penghilangan sidik jari. Inkonsistensi keterangan Mabes Polri dan Polda maupun penyidik tentang dugaan pelakunya menjadi catatan tuntutan aksi pada siang ini.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia