Alhamdulillah! Tren Stunting dan Gizi Buruk Kota Malang Terus Turun

KOTA MALANG – Stunting atau gangguan pertumbuhan yang dialami anak anak sehingga memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibanding anak anak seusiannya telah menjadi isu secara nasional di Indonesia. Mengingat masih adanya stunting di Kota Malang, Dinas Kesehatan Kota Malang terus berupaya mengeliminasi hingga masalah ini terus berkurang di Kota Malang.

“Ya meskipun jumlahnya itu sedikit, tapi masih ada,” papar Meifta Eti Winindar SST MM, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ditemui di Polkesma, Sabtu, (24/11).

Dalam operasi timbang yang sudah diadakan Dinas Kesehatan Kota Malang dan dilaksanakan kepada semua bayi dan balita yang ada di Kota Malang pada usia 0 sampai 5 tahun didapat data bahwa sekitar 6 persen dari total bali dan balita yang ada di Kota Malang mengalami stunting.

“Sebenarnya bukan masalah baru, namun isu ini didengungkan sejak 2 tahun lalu,” papar Meifta.

Jumlah ini menurutnya relatif rendah dibanding daerah lain di Indonesia. “Juga jumlah gizi buruk, yang semula di tahun 2016, akhir desember di angka 66 kemudian kita turun menjadi 56 di 2017, sampai dengan hari ini 12 orang yang mengalami gizi buruk di Kota Malang,” tegasnya.



Hal ini, menurut Miefta tak terlepas dari upaya lintas sektor dan lintas program yang sangat luas biasa terkait dengan upaya pencegahan dan pengendalian gizi buruk di Kota Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido