Alhamdulillah! Korban dan Bangkai KM Sinar Bangun Ditemukan

Alhamdulillah! Korban dan Bangkai KM Sinar Bangun Ditemukan

JawaPos.com – Kerja keras tim SAR gabungan dalam pencarian bangkai dan korban KM Sinar Bangun akhirnya membuahkan hasil. Remotely operated vehicle (ROV) yang diturunkan hingga ke dasar Danau Toba sejak Rabu lalu (27/6) bisa menemukan korban dan bangkai kapal.

“Memang sudah ditemukan,” kata Soerjanto, kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), saat dihubungi Jawa Pos kemarin (28/6). Penemuan korban dan bangkai kapal tersebut berdasar foto yang didapat dari ROV yang menyelam hingga kedalaman 450 meter. Dari foto itu, terlihat sepeda motor, jasad korban, dan beberapa tali yang diduga merupakan bagian dari KM Sinar Bangun.

Menurut Soerjanto, kini yang menjadi pekerjaan rumah adalah mengangkat kapal dan jasad korban. “Kami sedang berkoordinasi dan mencari alat untuk mengangkat jasad dan kapal,” katanya.

Infografis KM Sinar Bangun sebelum ditemukan. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi yang ditemui saat jumpa pers mengatakan, jarak pandang atau visibilitas di dasar Danau Toba sangat pendek. Karena itu, tidak semua bagian terlihat dalam foto. “Tim SAR gabungan sudah memberikan tanda pada titik temuan jasad korban,” ucapnya.



Syaugi menjelaskan, jasad yang diindikasikan sebagai korban KM Sinar Bangun ditemukan kemarin siang. Tim terus melanjutkan pencarian. Dijadwalkan, hari ini tim kembali melakukan penyelaman dengan ROV di sekitar daerah yang sudah ditandai dalam penemuan jasad korban. Pencarian diperpanjang hingga 30 Juni nanti.

Tim lain yang mencari KM Sinar Bangun adalah Pusat Hidro Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Menurut Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, selain ROV, alat yang membantu dalam pencarian adalah multibeam echo sounder (MBES) dan side scan sonar (SSS). “Alat tersebut mengarahkan ROV,” tuturnya.

MBES dan SSS yang digunakan sejak Rabu lalu melakukan penyisiran yang lebih luas. Setelah mendapatkan titik yang diduga terdapat jasad dan kendaraan bermotor, ROV meluncur untuk melakukan perekaman. “Tim Survei Tanggap Segera Pushidrosal telah berhasil mendeteksi dugaan objek pada kedalaman 450 meter dengan posisi 2 47 03.7203 N – 98 46 11. 1499 E,” katanya. Dengan posisi tersebut, ROV diturunkan.

Tim kemudian melakukan analisis. Dimungkinkan, objek yang terdeteksi MBES dan SSS itu adalah KM Sinar Bangun. “Sekitar pukul 14.00 ditemukan beberapa jenazah, motor, helm, sepatu, dan lain-lain,” ucap Harjo.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengungkapkan, menteri perhubungan telah memberikan pengarahan agar dibentuk tim ad hoc. Tim tersebut akan melakukan analisis dan pengawasan mengenai keselamatan pelayaran di Danau Toba. “Tim ini bekerja selama sebulan,” ujarnya.

Ramp check pun telah dilakukan di Danau Toba. Menurut Budi, atas rekomendasi KNKT, ada beberapa aturan yang diterapkan. Dek atas pada kapal yang melintas di perairan Danau Toba akan dipotong. Budi mengatakan, dek atas tersebut sering kali membuat kapal tidak seimbang. “Kita juga akan menghilangkan trails dan membantu life jacket.”

Untuk dermaga, kementerian telah membangun lima pelabuhan. Dermaga yang dimiliki hotel atau penginapan bakal dievaluasi. Jika masih memungkinkan untuk memberangkatkan penumpang, pihaknya akan melakukan pengawasan. “Kita bina terus-menerus dan tempatkan personel kementerian,” ucap Budi. 

(lyn/c7/fat)