Akun WA Pejabat Ramai-ramai Di-hack, Apa Kata Pakar IT?

KOTA MALANG – Fenomena akun media sosial yang dibajak masih saja marak terjadi. Terbaru, akun WhatsApp Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Dr Pieter Sahertian MSi dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu Abdur Rochman diretas oleh orang tak bertanggungjawab.

Karena itulah, pakar IT dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang Dr Cahyo Crysdian menyarankan agarpejabat ini untuk tidak sembarangan memberikan akun WA pribadinya. Termasuk itu kepada ajudan maupun asisten pribadinya.
“Ada karakteristik pejabat yang sukanya menyuruh ajudannya untuk membalas WA,” tutur Cahyo.

Ketika memegang akun WA pejabat ini lah, kata Cahyo, ada kemungkinan asisten pribadi ini menyalahgunakan atau teledor. Misalnya ketika mengganti device dari handphone ke komputer atau laptop.

“WA ini kan aplikasi berdasarkan device bukan nomer. Jadi bisa berpindah-pindah dari satu device ke device lainnya. Kalau sampai itu teledor tidak di-log-out pada laptop atau komputer, ada kemungkinan itu bakal disalahgunakan. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” tuturnya.

Ia juga berujar, sebaiknya para pejabat ini mempunyai dua akun WA, yakni untuk keperluan pribadi dan kantor.



“Kita juga tidak memungkiri kalau waktu pejabat itu sibuk di urusan kantornya. Ya mending ada dua, satu buat urusan kantor yang kadang dipegang ajudan dan satu dipegang sendiri buat komunikasi dengan keluarga dan teman dekat,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor :Indra M