Akui Intervensi Siswa Masuk SMPN 4 Kota Batu, Begini Alibi Kades Tulungrejo

KOTA BATU – Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono mengakui telah mengintervensi sistem zonasi agar 12 anak didik di daerahnya bisa masuk ke SMPN 4 Kota Batu. Menurutnya, langkah tersebut diambil agar 12 siswa yang merupakan warga desa Tulungrejo tersebut tidak sampai putus sekolah.

“Ke kantor desa berbondong-bondong. Jadi saya sendiri akhirnya ikut turun tangan,” ungkap Suliyono. Ia juga mengungkapkan siswa yang tidak diterima pada sistem zonasi di SMP 4 didominasi oleh jarak yang berkisar 2,5 km hingga 3 km.

Suliyono menerangkan 12 siswa yang ditolong untuk masuk di SMPN 4 Kota Batu tidak hanya dari SDN Tulungrejo 4 namun juga dari SDN Tulungrejo 2. Ia juga menjelaskan 12 siswa yang ditolong olehnya seluruhnya adalah warga Tulungrejo.

“Desa Tulungrejo ini luas. Bahkan ada yang jaraknya 6 km dari SMPN 4 jadi kasihan warga yang di sana,” jelas Suliyono. Terlebih SMPN 4 Kota Batu juga berdiri di Tulungrejo sehingga Suliyono mengaku tidak dapat menolak keinginan warganya.

Kepada radarmalang.id orang nomor satu di Desa Tulungrejo itu menerangkan bahwa tanah yang ada di SMPN 4 Kota Batu tersebut sebelumnya adalah tanah bengkok. “Nah kemudian SMPN 4 Kota Batu berdiri di sana. Kalau orang Tulungrejo tidak boleh sekolah di Tulungrejo karena jarak maka tentu membuat protes warga,” ungkap Suliyono.



Disinggung terkait sosialisasi dari Dinas Pendidikan Kota Batu ke Desa Tulungrejo, Suliyono menjelaskan bahwa desa yang ia pimpin belum mendapatkan arahan dari pihak Dinas Pendidikan. “Masih belum ada sosialisasi. Oleh sebab itu kami harap Dinas Pendidikan Kota Batu bisa bersosialisasi dengan desa kami sehingga sinergitas antara desa, sekolah, dan dinas bisa menguat,” tandasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia