Aktifitas Bromo Meningkat, PVMBG Minta Turis Tak Dekati Kawah

MALANG – Sore ini (19/7) sebuah laman grup facebook Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang) ramai dengan kabar erupsinya Gunung Bromo. Salah satu akun bernama Om Us mengunggah sebuah badan motor yang lusuh dihujani cairan aneh.

“Malang Timur hujan abu basah disertai bau belerang menyengat min @infomalang Menurut info berasal dari gunung bromo. Sumber >> https://t.co//HOozxvXO5Y ,” tulis akun tersebut diberanda grup.

Muhammad Sulthon Rofiki, warga Dusun Drigu, Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang mengatakan, hujan abu terjadi hari ini. Kendati tidak mengganggu aktifitas warga, namun hujan abu berwarna hitam cukup merepotkan, terutama bagi ibu-ibu yang tengah menjemur pakaian di luar.

“Kalau ke tanaman nggak terlalu berpengaruh, cuma yang punya pakaian basah habis dicuci, nggak bisa dijemur karena abunya hitam,” jelas Fiki sapaan akrabnya.

Sementara dari data KESDM, Badan Geologi, PVMBG
(Pos Pengamatan Gunung api Bromo), magma.vsi.esdm.go.id baru saja merilis kebenaran erupsi ini. Ya, Gunung Bromo memang memgalami erupsi dan saat ini statusnya Waspada Level II.p



“Telah terjadi erupsi G. Bromo, Jawa Timur pada tanggal 19 Juli 2019 pukul 16:37 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi ± 7 menit 14 detik,” tulis admin dalam website terssbut

Dalam website itu juga diimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung, wisatawan atau, pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Hingga saat ini radarmalang.id masih mencoba mengkonfirmasi kejadian ini pada BMKG Karangploso dan pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) untuk memantau keadaan sebenarnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia