Aktif Kegiatan Antinarkoba di Sekolah, Sukses Sisihkan 124 Peserta Lain

Aktif menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) di SMA Negeri 1 Kepanjen membuat Eka Fahrun Nisak Ramadhani mengerti akan bahaya narkoba. Pengetahuan itulah yang mengantarkannya menjadi juara 1 duta antinarkoba Kabupaten Malang 2017 untuk kategori putri. Seperti apa ceritanya?

Aktif  menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) di SMA Negeri 1 Kepanjen membuat Eka Fahrun Nisak Ramadhani mengerti akan bahaya narkoba. Pengetahuan itulah yang mengantarkannya menjadi juara 1 duta antinarkoba Kabupaten Malang 2017 untuk kategori putri. Seperti apa ceritanya?

ENERGIK dan ceria, kesan itulah yang tergambar dari sosok Eka Fahrun Nisak Ramadhani. Saat ditemui Senin lalu (31/7) di sekolahnya, senyum ramah langsung ditunjukkannya pada wartawan koran ini. Suasana bahagia di hari itu memang masih dirasakannya. Sebab 10 hari sebelumnya, tepatnya 21 Juli lalu, dia resmi ditetapkan menjadi duta antinarkoba Kabupaten Malang 2017. ”Alhamdulillah, Mas. Ini juga amanah bagi saya,” terangnya membuka obrolan. Dia pun mendapatkan kepercayaan tersebut setelah melalui serangkaian proses seleksi.

Dimulai awal Juni lalu dengan melakukan pengiriman berkas biodata diri. Dia dipercaya mewakili sekolahnya setelah terbukti aktif menjadi anggota Satgas P4GN SMA di Negeri 1 Kepanjen. Kemudian, tahap seleksi administrasi dan tes tulis harus dilakoninya. Hasil tes yang diselenggarakan 11 Juni lalu membuat namanya masuk dalam daftar 124 peserta yang dinyatakan lolos.

Tahapan selanjutnya ialah tes wawancara yang mengerucutkan peserta menjadi 40 pelajar. Tepatnya, ada 20 siswa dan 20 siswi. Dalam tes tersebut, panitia membaginya dalam beberapa pos. Di pos wawancara pertama,  Eka, sapaan akrabnya, diwawancarai langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang AKBP I Made Arjana. Total ada empat pos wawancara yang harus dia lalui.

”Pertanyaan dan persoalan di setiap pos wawancara cukup menguras pikiran. Beruntung saya bisa melewati dan lolos ke tahap selanjutnya,” terang pelajar kelahiran 6 Desember 2000 ini. Namanya kembali lolos dalam 40 besar. Selanjutnya, dia mendapat penilaian akhir di tahap grand final 21 Juli lalu. Bertempat di Pendapa Kabupaten Malang, ratusan pasang mata menyaksikannya menjawab pertanyaan dari dewan juri.

”Ya pastinya sempat grogi waktu itu,” sambung putri dari pasangan Karyono dan Anis Sulistiyo tersebut. Saat itu, materi pertanyaan yang dia dapatkan seputar hukuman untuk pengedar narkoba. ”Bagi saya, seorang pengedar narkoba pantas mendapat hukuman mati. Sebab, mereka mengancam generasi emas penerus bangsa,” tegasnya. Penampilan dan jawaban yang meyakinkan dari Eka itulah yang membuatnya menjadi yang terbaik.

Prestasi tersebut bukanlah yang pertama dia dapat. Sebab, dia juga pernah memperoleh beberapa prestasi serupa sebelumnya. Di antaranya, pernah menjadi juara 1 lomba Palang Merah Remaja (PMR) dan lomba teatrikal tingkat provinsi. Selain itu, dia pernah menjadi juara 1 story telling tingkat Kabupaten Malang. Ketiga prestasi tersebut diraihnya saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Kini, setelah menyandang status sebagai duta antinarkoba Kabupaten Malang, serangkaian sosialisasi bakal menjadi rutinitasnya. ”Semoga dengan amanah baru sebagai duta antinarkoba ini, saya bisa membantu memberantas kasus narkoba,” ujarnya. Dengan pengalaman sebagai anggota Satgas P4GN di sekolahnya, tak sulit baginya mengemban tugas tersebut. Sebab, sesuai dengan sifatnya, satgas itu dibentuk sebagai kepanjangan tangan BNN dalam melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Radar Malang