Aksi Borong Cukai Rokok Diprediksi Terjadi Sebelum Tutup Tahun 2019

KEPANJEN – Mulai 1 Januari 2020, pemerintah bakal menerapkan tarif baru untuk cukai hasil tembakau. Rata-rata kenaikan cukainya 23 persen, dengan kenaikan HJE (harga jual eceran) rokok sebesar 35 persen.

Imbasnya, para pengusaha rokok, khususnya di Kabupaten Malang diprediksi akan membeli pita cukai rokok dengan harga yang masih belum naik di periode 2019.

“Ada harapan nanti akan ada penambahan penerimaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dari pita cukai rokok di periode November – Desember,” tukas Budi Harjanto, Kepala KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Kepanjen, Jumat, (15/11).

Pita cukai rokok disebut Budi memiliki masa berlaku selama dua bulan. Budi berharap PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) yang bersumber dari sektor industri pengolahan, di mana didalamnya ada kontribusi industri rokok sebesar 45% bisa terdongkrak kenaikan cukai di tahun 2020.

Catatan KPP Pratama Kepanjen sampai November ini PPN dan PPnBM Kabupaten Malang masih di angka 72.49%. Dengan tingkat pertumbuhan 28.83% dari tahun lalu.

“Nah, otomatis pabrik rokok itu kan kalau bisa ditebus Desember, ya Desember kan, soalnya Januari nanti sudah naik. Supaya harapan pabrik rokok beli (pita cukai) Desember bisa pakai tarif lama, nanti dipakainya di Januari atau Februari, logikanya kan jelas mumpung masih murah,” tambah Budi.

KPP Pratama Kepanjen akan menunggu produsen rokok yang membeli pita cukai imbas kenaikan pita cukai Januari 2020 mendatang untuk menjadikan target 100% penerimaan pajak tahun ini.

“Karena ada sekitar 45 pabrik rokok yang ada di KPP Pratama Kepanjen sendiri, baik besar maupun kecil. Jadi harapannya dari pabrik rokok itu ada yang menebus lebih cukai. Mereka bisa menebus dan direkatkan di Januari atau Februari, karena UU memang boleh seperti itu,” tutupnya.

Namun efeknya menurut Budi, pajak PPN dari rokok di Januari – Februari akan turun imbas antiklimaks pembelian pita cukai besar-besaran pabrik rokok di akhir tahun 2019.

Ya, rokok memang jadi kontributor terbesar pajak dari subsektor industri pengolahan dengan total presentase sampai 52.23% di Kabupaten Malang hingga November 2019 ini. Tingkat pertumbuhan dari tahun lalu 2018 pun lumayan, 38.07%.

KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Kepanjen optimis penerimaan pajak tahun 2019 di Kabupaten Malang bisa sampai 100 persen bahkan lebih dari target penerimaan pajak yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sebesar Rp 763 Miliar ini.

Hingga Jumat, (15/11) KPP Pratama Kepanjen sudah merealisasi penerimaan pajak hingga 79.86 persen atau sekitar Rp 610 Miliar sampai pertengahan November 2019.

Sekedar informasi, KPP di Kabupaten Malang sendiri dibagi dua. Kepanjen dan Singosari. 21 Kecamatan di wilayah bagian selatan masuk KPP Pratama Kepanjen, sedang 12 sisanya masuk KPP Pratama Singosari.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Istimewa

Editor : Indra M