Akhir 2017, Jalan Kampung Mulus

MALANG KOTA – Warga yang mengeluhkan jalan rusak di kampungnya sebaiknya bersabar. Sebab, Wali Kota Malang Moch. Anton berjanji akan menuntaskannya hingga akhir 2017.

Bagi perkampungan yang belum mendapatkan jatah anggaran perbaikan jalan di APBD 2017, Anton akan mengalokasikannya saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2017 pada September mendatang. ”Perbaikan jalan lingkungan dan pavingisasi terus kami lakukan, tapi pelaksanaannya bertahap. Yang belum-belum itu nanti masuk PAK,” ujar Anton beberapa waktu lalu.

Perbaikan jalan lingkungan yang dimaksud Anton, yakni jalan di perkampungan dan jalan penghubung antarkecamatan. Selain menambal yang rusak, akan dilakukan pavingisasi.

Anton mengaku sering menerima keluhan dari warga terkait banyaknya jalan rusak di perkampungan. Keluhan tersebut kerap disampaikan saat Anton blusukan ke kelurahan-kelurahan di Kota Malang. ”Untuk yang belum selesai diperbaiki, tahun ini (2017) harus sudah tuntas,” kata wali kota yang getol membangun taman tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso menyatakan, pihaknya berencana mengajukan anggaran Rp 5 miliar saat pembahasan PAK. Dana tersebut digunakan untuk perawatan jalan di perkampungan. ”Awal 2017 sudah menganggarkan, kami ingin ada anggaran lagi agar jalan-jalan di kampung juga mulus,” kata Sony–sapaan akrabnya.



Sony menyatakan, jatah dana perawatan awal 2017 rata-rata di bawah Rp 200 juta. Untuk itu, pengerjaannya tanpa lelang tapi melalui penunjukan langsung. ”Proyek hampir selesai, tinggal beberapa titik saja,” katanya.

Sedangkan beberapa jalan dengan nilai proyek di atas Rp 200 juta masih tahap lelang dan pengerjaan. ”Kami akan kebut penyelesaiannya. Hingga saat ini, ada 17 paket perbaikan jalan (hotmix) yang diselesaikan, tapi khusus proyek di bawah Rp 200 juta,” kata mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) tersebut.

Beberapa proyek untuk memperbaiki jalan yang sudah rampung, di antaranya, di Jalan Bandulan, simpang Klayatan, Jalan Ciwulan Barat, kawasan makam Polowijen, dan Jalan Kuping Gajah.

Berdasar data DPUPR, terdapat 31 proyek perbaikan jalan yang menggunakan sistem penunjukan langsung. Perbaikan yang dilakukan adalah memperbaiki jalan serta pavingisasi. ”Untuk proyek memperbaiki jalannya sudah hampir selesai, tapi untuk pavingisasi masih berjalan,” paparnya.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Malang Nomor 188.45/187/35.73.112/2016 tentang Penetapan Jalan Kota, total jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sebanyak 2.960 ruas jalan. Total panjangnya mencapai 1.027,112 kilometer. Jumlah ruas jalan didominasi jalan lingkungan, yakni mencapai 2.651 ruas. Misalnya, Jalan Juanda, Jalan Amprong, dan Jalan Nusa Indah.

Selain itu, ada jalan arteri sekunder (JAS) I sebanyak 16 ruas. Misalnya di Jalan Danau Kelinci, Jalan Toba, dan Jalan Arif Margono. Juga JAS II sebanyak 24 ruas seperti Jalan Bandung, Jalan Bendungan Sutami, dan Jalan Ijen.

Sedangkan JAS III sebanyak 24 ruas. Di antaranya, di jalan kolektor primer I sebanyak 11 ruas; kolektor primer II sebanyak 3 ruas; kolektor sekunder I sebanyak 35 ruas; kolektor sekunder II sebanyak 37 ruas; dan jalan lokal sebanyak 159 ruas. ”Jumlah jalan yang harus dirawat begitu banyak, sementara pemerintah (terikat) prosedur dan ketentuan. Jadi tidak bisa langsung semua ditangani. Harus bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati