MALANG KOTA – Penjurian Green School Festival (GSF) 2018, dimulai, Senin, (3/9). Sebanyak 9 tim juri, akan menyambagi 276 SD se-Kota Malang, hingga Kamis (13/9) mendatang. Salah satu yang di kunjungi ialah SDN Sukoharjo I, Malang.

Sekolah yang beralamat di Jalan Laksamana Martadinata ini menyambut tim juri dengan menampilkan hasil kreasi daur ulang dari tutup botol bekas.

Kreasi itu membentuk bendera merah putih dengan lambang Garuda Pancasila di tengahnya berukuran 4,8 x 2,4 meter. “Kita ambil konsepnya daur ulang sampah recycling and upcycling. Ini juga sebagai ikon sekolah. Soalnya SDN Sukoharjo 1 lebih dikenal dengan sekolah Garuda,” ujar Dra. Erna Djuwita. M. Pd, Kepala Sekolah.

Selain itu, sekolah ini berdiri di bangunan yang cukup bersejarah, Bioskop Garuda.

Daur ulang itu terbuat dari Rp 10 ribu Rp 500 tutup botol bersama siswa kelas 1 hingga 6 SD. “Dari siswa yang mengumpulkan sampai kita bimbing membuatnya. Plastik, tutup botol kan kalau dijual gak laku. Kita manfaatkan itu,” ujar Tonik Maryanto, koordinator GSF SDN Sukoharjo 1.

Menurut Erna, ini merupakan bagian dari pembelajaran bersama siswa. Banyak perubahan yang didapatkan selama 5 kali turut menjadi bagian dalam lomba tersebut. Termasuk, para siswa mengetahui bagaimana cara untuk merawat lingkungan sekolah.

Selain kreasi Burung Garuda raksasa, ada juga pemanfaatan puluhan ban bekas yang disulap menjadi pot sampai kursi untuk taman baca.

Pemanfaatan ini merupakan salah satu dari pengapklikasian 9 isu lingkungan GSF yang dinilai oleh juri. Paparan tentang isu lingkungan itu juga diwujudkan dalam bentuk majalah dinding (mading) kemudian dipresentasikan.

 

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia