Ajak Siswa Jadi Pengusaha, Olah Kedelai hingga Markisa

MALANG KOTA – Gelaran Green School Festival (GSF) membuat sekolah berlomba-lomba membuat inovasi untuk menata dan mengelola lingkungannya. Seperti yang terlihat pada hari kedua penjurian untuk tingkat sekolah dasar, kemarin (4/9).

Di SDN Pandanwangi 4, tim juri GSF mengapresiasi kreasi sistem pengairan untuk tanaman dalam pot dinding. Memanfaatkan galon bekas air mineral, sistem ini membuat pasokan air ke sejumlah pot tetap terjaga. Teknologi ini bisa dibilang murah meriah.

Selain itu, di sekolah tersebut, dengan mudah bisa dijumpai pohon markisa. Buah markisa yang dipanen dari ”kebun” SDN Pandanwangi 4 ini biasanya dijadikan manisan. ”Prosesnya memang panjang. Jadi, untuk mengelola itu, kami melibatkan siswa dan guru,” ujar Gunali Agus Rahmono, koordinator tim SDN Pandanwangi 4.

Lain SDN Pandanwangi 4, lain pula SDN Purwantoro 2. Di SD ini, tim juri disuguhi demonstrasi pembuatan susu kedelai Pwaijo. Singkatan dari Purwantara Dua Ijo.

Koordinator Tim GSF SDN Purwantoro 2 Ika Agustin Nur Mahmudah SPd menyatakan, susu kedelai ini diproduksi para siswa dengan sistem piket bergilir setiap bulannya. ”Siswa kelas 4 hingga 6 yang memproduksi,” ujarnya.



Proses produksinya dilakukan setiap jam istirahat atau sebelum jam pelajaran. Mulai dari proses pencucian, pengolahan, hingga pengemasan dilakukan para siswa. ”Selanjutnya kami jual di warung sekitar,” tambahnya.

Harga susu kedelai ini sangat terjangkau. Per 50 ml dijual dengan harga Rp 3 ribu saja. Per harinya, SD yang terletak di Kecamatan Blimbing ini bisa memproduksi hingga 20 botol. Bagi Ika, produksi susu kedelai ini jadi lahan belajar siswa untuk menjadi pengusaha cilik.

 

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Mufendra
Fotografer: Bayu Eka Novanta