Ajak Guru dan Murid Peduli Sampah Plastik

BANTUR – Problem sampah sangat terkait dengan budaya dan perilaku masyarakat. Hal ini yang mendasari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menggelar lomba kreasi daur ulang sampah. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Balekambang tersebut diikuti 1.500 peserta dari perwakilan 300 SMP.

Satu tim diisi 5 orang peserta, terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tiga siswa. Kegiatan ini sengaja dirancang tidak hanya melibatkan siswa, namun juga guru dan kepala sekolah. Sebab, permasalahan sampah menjadi tanggung jawab bersama. ”Sampah ini bukan hanya urusan siswa, tetapi semua warga sekolah. Jadi itu yang harus dijadikan semangat untuk berkolaborasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr M Hidayat.

Pejabat yang akrab disapa Dayat ini menjelaskan, hasil karya siswa ini tidak hanya sekadar menjadi pajangan saja. Sebab, mempunyai nilai ekonomi jika dikembangkan. Oleh karena itu, sekolah harus memberi wadah bagi siswa untuk berkreasi. ”Jangan berhenti hanya di lomba ini, harus ditingkatkan lagi. Buktinya karya dari botol juga ada nilai ekonomi, tinggal caranya saja,” bebernya.

Pihaknya juga mendapatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang untuk mengurusi sampah. Sebab, sekolah menjadi salah satu penyumbang sampah plastik yang besar. Sisa botol minuman, bungkus makanan, hingga kertas setiap hari selalu dihasilkan. Hal ini yang harus mendapatkan perhatian untuk bisa diolah. Dengan begitu, anak-anak semakin terbiasa untuk lebih peduli dengan problem sampah yang ada di sekitarnya. ”Semangatnya itu reduce, reuse, recycle  (3R) yang harus diterapkan. Kalau itu dilakukan, permasalahan sampah teratasi,” tandasnya.

Penyunting: Hafis Iqbal
Copy Editor: Amalia