air mulai memasuki pemukiman warga sejak pukul 16.00. Debit Kali Welan Sinergi Jawa Pos

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, puluhan warga langsung mengungsi dan meletakkan motor mereka di pinggir jalan. Akibatnya jalan pantura Surabaya-Banyuwangi mengalami kemacetan panjang, mencapai 2 kilometer. Yakni, mulai batas kota hingga simpang tiga menuju Jl. Gatot Subroto.

Informasinya yang dihimpun koran ini, air mulai memasuki pemukiman warga sejak pukul 16.00. Debit Kali Welang yang tinggi, membuat permukaan air naik dengan cepat. Sekitar pukul 18.00, ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter.

Luapan Kali Welang ini, menyebabkan ratusan rumah di RW 1 terendam. Rinciannya, RT 1 ada 70 Kepala Keluarga (KK) yang terendam; RT 2 ada 54 KK; RT 3 ada 90 KK; RT 4 ada 90 KK; RT 5 ada 25 KK; RT 6 ada 25 KK; serta RT 7 ada 25 KK. Karena itu, warga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menangani banjir di lokasi tersebut.

“Ini merupakan banjir yang ketujuh kalinya selama tahun ini. Kami sudah menganggapnya tradisi, jadi warga sudah bersiap-siap. Sejak Ashar waktu mengetahui Kali Welang sudah tinggi, warga mulai mengungsikan barangnya. Tapi, kami ingin banjir ini cepat teratasi,” ungkap Ketua RT 2/RW 1, Nizar.



Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah membenarkan jika banjir di lokasi tersebut sudah terjadi selama tujuh kali. Rinciannya, empat kejadian banjir sampai masuk ke pemukiman warga, sementara sisanya hanya menggenangi jalan.

“Kalau penyebabnya ya sama. Karena adanya kiriman banjir dari selatan dan hujan dalam waktu yang lama. Sehingga air Kali Welang meluap. Sementara, kami sudah menyiagakan petugas untuk berjaga-jaga. Ketika masyarakat membutuhkan, bisa langsung tertangani,” jelasnya. 

(br/fun/riz/fun/JPR)