AHY unggul sebagai bakal cawapres

AHY unggul sebagai bakal cawapres

AHY mengaku belum mengetahui secara rinci hasil survei terbaru Indo Barometer tersebut. Namun, dia tak menampik bahwa ada aspirasi dari masyarakat agar dirinya maju di Pilpres 2019.

“Memang hari ini saya mendengarkan cukup banyak aspirasi. Tidak hanya dari kader Demokrat, tetapi juga dari masyarakat luas yang menginginkan calon alternatif di dalam kontestasi pemilu. Alternatif itu berdasarkan elektabilitas yang diuji berbagai lembaga survei. Salah satu nama yang di survei ada nama AHY. Sehingga bisa saja masyarakat menganggap AHY menjadi alternatif,” kata AHY saat di Kota Pasuruan, Rabu (4/4).

Meski mampu mengalahkan nama-nama besar lainnya, AHY tidak mau jumawa dengan hasil survei tersebut. Ia lebih memilih fokus untuk terus menyapa masyarakat sebanyak-banyaknya.

“Saya selalu mawas diri. Saya tidak ingin orang menganggap saya kemerungsung ke sana-sini. Tetapi saya hanya bisa mengatakan tergantung takdir Allah,” tandas AHY.

Untuk maju capres atau cawapres di Pilpres mendatang bukan perkara mudah. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Misalnya terbentuknya koalisi partai untuk memenuhi Presidential Threshold 20 persen untuk bisa mengusung calon.



“Ini bukan cuma urusan berani tidak berani maju. Bukan mau atau tidak mau maju. Tetapi ada prasyarat yang harus dipenuhi. Artinya partai politik harus membuat koalisi. Nah, membangun koalisi ini tidak mudah,” tukas AHY.

Selasa (3/4) kemarin, Indo Barometer merilis hasil survei elektabilitas bakal cawapres untuk wilayah Jatim. Hasilnya, tingkat elektabilitas AHY mencapai 15,1 persen. Disusul kemudian Anies Baswedan 13,1 persen. Nama lain yang muncul adalah Gatot Nurmantyo sebesar 7,9 persen, Ridwan Kamil 6 persen dan Muhaimin Iskandar 5,3 persen.


(mkd/JPC)