Agustus Diprediksi Puncak Kemarau, Sumsel Antisipasi Karhutla

JawaPos.com – Semua intansi di Sumatera Selatan mulai mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Terbukti, beberapa instansi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi mengantisipasi terjadinya karhutla.

Deputi Bidang Klimatologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal mengatakan kondisi di Sumsel saat ini masih tergolong normal bahkan masih memasuki musim hujan dengan curah hujan masih diatas 115 hingga 150 atau diatas normal.

Namun, seiring berjalannya waktu curah hujan ini terus menurun hingga Bulan Mei sudah menunjukkan beberapa titik kemarau. Sampai dengan Juni kondisi curah hujan semakin menurun. “Di Juni ini awal musim kemarau terjadi,” katanya saat ditemui di Pemprov Sumsel, Selasa (12/3).

Pada awal Juni hingga dengan September kondisi curah hujan semakin menurun. Bahkan, penurunan cukup signifikan terjadi pada bulan Agustus dimana curah hujan sebagian sangat rendah atau berkisar 20-50 mm.



Dengan kondisi ini, menurutnya hal yang perlu diwaspadai yakni wilayah yang lebih kering dari normalnya, wilayah inilah paling berpotensi terjadinya karhutla. “Karena itu, ini segera harus diantisipasi agar tidak terjadinya karhutla di Sumsel,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo mengakui berkaca dari tahun sebelumnya karhutla terjadi di Sumsel menghabiskan dana yang cukup besar atau mencapai Rp 1 triliun karena memang bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games.

Karena itu, untuk tahun ini harus dioptimalkan sebaik mungkin agar dana yang dikeluarkan dapat ditekan. “Salah satu upaya yakni dilakukannya pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan lain sebagainya,” singkatnya.

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Alwi Alim