Agung Tewas Dibacok, Keluarga Tak Tahu Korban Punya Masalah






JawaPos.com – Agung Wahyudi, 36, tewas usai dibacok pria misterius. Peristiwa terjadi di Jalan Dhoho dan Jalan Mojopahit atau depan UK Widya Mandala, Surabaya, Senin (29/10) pukul 20.20 WIB. Mendengar kabar itu, keluarga menyambangi jenazah Agung di RSUD dr. Soetomo.





JawaPos.com menemui salah satu anggota keluarga korban bernama Agus Sugianto, 28. Warga Bulak Banteng Surabaya itu adalah adik ipar Agung. Tak seberapa tampak kesedihan di raut wajahnya. Meski demikian, dia mengaku sempat tidak percaya jika kakak iparnya tewas dibacok orang.





Sebab sebelumnya, anggota Linmas Surabaya memberi kabar bahwa Agung mengalami kecelakaan. Namun apa daya, Agus beserta keluarganya harus menerima kenyataan pahit.





“Pertama menerima kabar dari Linmas Surabaya, ngomongnya kecelakaan. Lokasinya di kampus Widya Mandala. Ya, kaget juga,” kata Agus di Kamar Jenazah RSUD dr. Soetomo, Senin (29/10) malam.





Ditanya soal kehidupan asmara korban, Agus mengaku tahu jika kakak iparnya yang telah menduda sejak setahun lalu itu punya pacar. Namun meski tinggal serumah, Agus tidak terlalu dekat dengan korban.





Agung sendiri tidak pernah terbuka soal kehidupan pribadinya. Agus mengaku baru tahu setelah polisi menunjukkan foto perempuan yang juga menjadi korban atas aksi pembacokan tersebut.






“Saya nggak tahu kakak ipar saya ada masalah sama orang lain. Setahu saya, memang kakak punya pacar. Nah, tadi saya diberitahu polisi kalau ada korban perempuan. Saya pikir, si korban perempuan itu ya pacarnya kakak ipar saya,” tutur Agus.






Kini, Agus hanya pasrah menunggu kedatangan keluarga lain untuk mengambil dan memakamkan jenazah Agung. Dia juga berharap polisi dapat segera menangkap pelakunya.





“Harapan saya, pelaku cepat ditangkap. Karena sampai menghilangkan nyawa. Mau bayar berapapun, nggak bisa mengembalikan nyawa kakak ipar saya,” tukasnya.





Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, polisi masih mendalami motif pelaku. Hasil interogasi dari 3 saksi di lokasi kejadian, memang diduga ada masalah asmara antara korban dengan pelaku. “Kami belum dapat memastikan. Dugaan awal, memang mengarah pada persoalan asmara,” ucap Sudamiran.





(HDR/JPC)