Agum Apresiasi Pesatnya Pembangunan Pelabuhan Probolinggo

Agum Apresiasi Pesatnya Pembangunan Pelabuhan Probolinggo - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal (Purn) Agum Gumelar mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi – JK menggeber pembangunan infrastruktur, salah satunya pelabuhan.

Dikatakan Agum, meningkatkan kemampuan pelabuhan adalah upaya memberikan kemudahan pelayanan, serta memudahkan pengangkutan barang supaya lancar. Ia pun memuji pembangunan Pelabuhan Probolinggo bekerja sama dengan PT Wahyu Samudera Indah (WSI) yang saat ini merupakan satu-satunya perusahaan yang membangun pelabuhan di Dubai.

“Kerja sama itu guna meningkatkan pelayanan pelabuhan dan meningkatkan pelabuhan dalam memberikan pelayanan angkutan barang. Pemerintah sekarang sedang gencar membangun infrastruktur, termasuk tol laut. Kenapa? Infrastruktur kita jauh ketinggalan termasuk di ASEAN,” kata Agum dalam pernyataan resminya, Selasa (5/6).

Menteri Perhubungan era Gus Dur tersebut mengatakan, di Indonesia banyak infrastruktur yang belum dibangun, dan banyak daerah terpencil, terisolir dan daerah surplus tapi tidak bisa dipasarkan. Karena itulah, pemerintah Jokowi membangun infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan agar mampu meningkatkan potensi ekonomi.



Dijelaskan, untuk membangun infrastruktur dibutuhkan dana besar, sekitar Rp5.500 triliun hingga Rp6.000 triliun. Oleh karena itu diperlukan bantuan.

“Dan dibacalah peta dunia. Negara-negara mana yang mampu membantu. Negara pertama Tiongkok dan Jepang. Seluruh negara ASEAN itu orientasinya ke Tiongkok. Jadi itu tidak salah,” tegasnya.

Direktur Pengembangan dan Usaha Pelabuhan Probolinggo Kemal Heryandri menambahkan pembangunan Pelabuhan Probolinggo dananya dari APBN Kementerian Perhubungan dan APBD Pemprov Jawa Timur. Sejak 2008 Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana APBD senilai lebih dari Rp 300 miliar untuk membangun infrastruktur pelabuhan Probolinggo, seperti reklamasi, pembangunan trestle, dermaga, gudang, lapangan penumpukan dan gedung kantor.

Dijelaskan Kemal, total luas lahan Pelabuhan Probolinggo adalah 23,12 hektare di mana seluas 20,4 hektare berupa lahan hasil reklamasi.