Agar Tanaman Lebih Awet, Siswa SD Kristen Petra Ganti Pot dengan Polybag

MALANG KOTA – Di SD Kristen Petra, pot-pot kerap pecah lantaran terkena bola, atau terinjak siswa. Berawal dari itu, pot-pot plastik atau pot berbahan tanah liat pun diganti dengan polybag.

Perubahan itu dijelaskan oleh siswa saat menerima kunjungan tim juri Green School Festival (GSF) 2019, kemarin (15/10).

Salah satu siswa, Valentino Divo Yasrael mengatakan bahwa ia dan teman-temannya mengganti pot yang terbuat dari plastik itu dengan polybag atau kresek hitam.

Terlihat memang di depan kelas SD Kristen Petrus, berjejer rapi puluhan pot-pot polybag beserta tanamannya.

“Karena kalau pakai polybag meskipun kena tendangan atau terinjak pasti masih bisa diperbaiki kan uma penyet dan tidak pecah. Jadi tanaman hijau kita masih aman,” jelasnya..

Siswa kelas lima itu juga menjelaskan, kalau digantikannya pot tersebut dengan bahan polybag karena harganya yang cukup murah dibanding pot hitam. “Dan ini juga ada sisa hasil polybag makannya kita pakai polybag,” imbuhnya.

Salah satu juri dari GSF 2019, Tjatur Supri Handoko mengapresiasi ide anak-anak tersebut. “Karena memang sesuai kondisi real mereka juga mempresentasikan isu pot tersebut dengan bagus,” ujarnya.

Sebagai informasi, di acara GSF 2019 ini selain isu tanaman hijau, ada pula delapan isu lain, yakni Sampah dan Polusi, Tata Kelolah Lingkungan Sekolah, Energi, Sekolah Segar, Inovasi Teknologi, Air Limbah, dan juga Literasi dan Publikasi Media Sosial.

Pewarta & Foto : Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M